Pedagang Pernak Pernik Natal di Mamasa Mengeluh Sepi Pembeli, Ini Masalahnya

Di Kabupaten Mamasa, Sulbar, yang warganya mayoritas beragama Kristen, suasana Natal sudah mulai terasa sejak bulan November.

Pedagang Pernak Pernik Natal di Mamasa Mengeluh Sepi Pembeli, Ini Masalahnya
herson/tribunmamasa.com
Staf Toko Surya Mart, Ibrani 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Perayaan Natal 25 Desember 2019 sisa menghitung hari.

Di Kabupaten Mamasa, Sulbar, yang warganya mayoritas beragama Kristen, suasana Natal biasanya sudah mulai terasa sejak bulan November.

Pada bulan tersebut, warga mulai ramai menyerbu toko yang menjual pernak pernik Natal.

Seperti pohon Natal dan sebagainya.

Namun tahun ini, berbeda.

Toko-toko yang menjual pernak pernik Natal di Mamasa masih sepi pembeli padahal sudah bulan Desember.

Toko Surya Mart, misalnya.

Hingga H-9 Natal, toko berlokasi di Jl Ahmad Yani Nomor 1 Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat ini, belum merasakan 'panen' hari Natal.

Ditemui tribunmamasa.com, staf Toko Surya Mart, Ibrani (24), tahun ini pembeli sangat pembali.

Halaman
12
Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved