Kadis Lingkungan Hidup Sulsel Pimpin Sidang Amdal Pembangunan Terminal Aspal Curah di Bulukumba

sidang pada hari kedua adalah penilaian dokumen yang melibatkan masyarakat dan perangkat pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba

Kadis Lingkungan Hidup Sulsel Pimpin Sidang Amdal Pembangunan Terminal Aspal Curah di Bulukumba - 13122018_amdal_.jpg
tribun timur/saldi irawan
Suasana sidang penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Terminal Aspal Curah di Kabupaten Bulukumba di Ruang Rapat DPLH Sulsel Lantai 4, Selasa (11/12/2018). Sidang dipimpin Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel Ir Andi Hasbi Nur MT
Kadis Lingkungan Hidup Sulsel Pimpin Sidang Amdal Pembangunan Terminal Aspal Curah di Bulukumba - 12122018_amdal.jpg
tribun timur/saldi irawan
Kepala DPLH Sulsel Ir Andi Hasbi Nur MT saat memimpin sidang penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Ruang Rapat DPLH Sulsel Lantai 4, Selasa (11/12/2018).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Saldi Irawan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel Ir Andi Hasbi Nur MT memimpin sidang penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Ruang Rapat DPLH Sulsel Lantai 4, Selasa (11/12/2018).

Sidang penilaian dokumen Amdal termasuk dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) tersebut terkait rencana Pembangunan Terminal dan Dermaga Aspal Curah di Kelurahan Sapolohe, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba.

Penilaian dokumen Amdal tersebut sedianya digelar selama dua hari, Senin (10/12/2018) dan Selasa (11/12/2018). Pada hari pertama sidang untuk membedah dokumen dengan menghadirkan komisi teknis dari para ahli atau pakar di bidang masing-masing.

Pada hari pertama hadir di antaranya Prof Dr Ir Ambo Tuwo, Prof Dr Anwar Daud SKM MKes, Dr Andi Tamzil, Dr Busthan Azikin, H Ir Burhanuddin, Dr Andi Asdar, Dr Bualkar, Dr Zakkir, tim penilai dari OPD Provinsi Sulsel, dan lainnya.

Baca: Gegara Hal Ini, Kasi Intel Kejari Enrekang Polisikan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Enrekang

Baca: Ultah Ke-5, Phinisi Hospitality Gelar Rebranding Claro Kendari, Perkuat Brand Lokal

Sedangkan sidang pada hari kedua adalah penilaian dokumen yang melibatkan masyarakat di lokasi terdampak. lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan perangkat pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba atau yang mewakili.

Andi Hasbi yang juga Ketua Komite Penilai Amdal Sulawesi Selatan pada sidang hari kedua, meminta pihak pemrakarsa untuk menelaah kembali desain dermaga. Desain awal mayoritas menggunakan causeway, dinilai akan mengubah arus laut di lokasi proyek.

“Sebaiknya pemrakarsa mengubah desain causeway menjadi tiang pancang atau trestle, agar tidak mengubah arus laut dan lalulintas para petani rumput laut di wilayah tersebut,” ujarnya.

“Untuk konsultan, disarankan membuat kajian lebih mendalam agar keberadaan dermaga dan terminal aspal tersebut dapat seminimal mungkin tidak memberi dampak terhadap petani rumput laut yang ada. Dan yang terpenting, harus memberi kompensasi ke petani,” jelasnya.

Pada sidang tersebut, pihak pemrakarsa juga diminta mengurus kesesuaian tata ruang untuk wilayah Kabupaten Bulukumba. Kalau saat ini memang belum disahkan, harus ditunggu dan wajib ada.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved