Tekan Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak, PKK Sulsel Hadirkan Program Sejahtera Ibu Hamil

Salah seorang pembicaranya adalah Ketua Pokja 1 Bidang Pembinaan dan Karakter Kehidupan Keluarga PKK Sulsel, Faridah Ohan.

Tekan Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak, PKK Sulsel Hadirkan Program Sejahtera Ibu Hamil
tribun timur/saldi irawan
Suasana bincang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar PT Pertamina MOR VII dan Tribun Timur di Rumah Makan Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Kota Makassar, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII bekerjasama Harian Tribun Timur menyelenggarakan Bincang Antikekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Acara tersebut digelar di Rumah Makan Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Kota Makassar, Rabu (12/12/2018).

Salah seorang pembicaranya adalah Ketua Pokja 1 Bidang Pembinaan dan Karakter Kehidupan Keluarga PKK Sulsel, Faridah Ohan.

Baca: Ini Nilai Anggaran Tiap Kecamatan di Kota Parepare dalam Rancangan Pagu Indikatif 2020

Baca: Wakil Bupati Luwu Amru Saher Hadiri Sosialisasi Nama dan Kelas Jalan di Aula Bappeda Luwu

Ia menyebutkan berbicara tentang kekerasan perempuan dan anak yang utama harus dilakukan adalah hadirkan pendidikan karakter.

Pendidikan kata Faridah tidak sekedar di sekolah, tapi juga dirumah. Menurutnya seseorang yang memiliki pendidikan, jauh dari kehidupan yang penuh kekerasan.

"Kita bisa lihat dari keluarga yang berpendidikan, akan menghadirkan keluarga yang sejahtera. Nah dengan mereka (keluarga) sejahtera bisa meminimalisir terjadinya kekerasan perempuan dan anak," kata Faridah.

Saat ini, program PKK sedang fokus pada kesejahteraan ibu hamil. PKK tahun 2019 akan memberikan vitamin dan gizi baik secara gratis selama masa kehamilan.

Ia pun menambahkan kekerasan terhadap anak dan perempuan bisa saja terjadi kepada siapa saja.

Bentuk kekerasan macam-macam, ada karena faktor ekonomi, dan tidak adanya kecocokan dari pasangan suami-istri.

Fenomena saat ini, perempuan berani melaporkan kepada aparat penegak hukum, jika sedang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga.

Begitu pun dengan tren kekerasan perempuan dan anak ini masih menjadi persoalan yang terjadi di seluruh daerah, hanya saja tidak terdeteksi.

Olehnya itu, ia berharap seluruh unsur bia terlibat dalam menhadirkan suasana yang rukun dalam kehidupan berumahtangga. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Saldy
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved