Daftar 22 Aplikasi Android Terjangkit Malware: Sedot Baterai dan Kuota Internet, Segera Hapus!

Google kabarnya menghapus 22 aplikasi Android yang diduga terjangkit malware dari Play Store.

Daftar 22 Aplikasi Android Terjangkit Malware: Sedot Baterai dan Kuota Internet, Segera Hapus!
HANDOVER
Ilustrasi sistem operasi Andoroid buatan Google 

TRIBUN-TIMUR.COM-- Google kabarnya menghapus 22 aplikasi Android yang diduga terjangkit malware dari Play Store.

Puluhan aplikasi ini disebut dapat menghisap daya baterai dan kuota internet pengguna.

Bagaimana bisa? Ke-22 aplikasi yang terdiri dari berbagai jenis itu rupanya diam-diam menampilkan iklan, dengan berkamuflase sebagai sebuah antarmuka aplikasi lain.

Baca: Golden Rama Tour and Travel Kunjungi Tribun Timur

Baca: 20 Kamar Kos dan Satu Rumah Warga di BTN Binanga Mamuju

Baca: BRI Cabang Masamba Terapkan Casual Day Tiap Rabu dan Jumat

Aplikasi terjangkit malware itu pertama kali diungkap oleh perusahaan anti-virus Sophos.

Tampilan aplikasi tersebut juga tak terlihat, sebab ukuran jendelanya sendiri memiliki masing-masing panjang dan lebar sebesar 0 piksel, alias tak tampil di layar ponsel.

Sejatinya, aplikasi "tuyul" itu bakal menempel di peramban ponsel, misalnya Google Chrome, lewat tab baru, kemudian sang malware menyisipkan iklan secara terselubung di situ.

Baca: Inilah Jabatan Menanti AHY Jika Partai Demokrat Dukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Baca: Pemilih Kecamatan Rappocini Bertambah 122 Orang

Baca: Pemkab Luwu Utara Bahas Tunjangan Penghasilan Pegawai

Nah, jika salah satu dari 22 aplikasi berbahaya di atas dibuka, sang malware akan menjalankan tugasnya dengan menampilkan iklan di tab tersebut, lalu secara otomatis dan berulang akan diklik oleh ponsel, bahkan meski browser tidak dibuka.

Parahnya lagi, kegiatan klik iklan fiktif menurut Sophos telah menjangkit sekitar 2 juta perangkat Android, di mana pengguna secara telah mengunduh salah satu aplikasi berbahaya tersebut.

Namun, untuk saat ini, pengguna dapat mengendus keberadaan malware dengan menelisik penggunaan kuota data Internet serta daya baterai.

Jika kuota cepat habis walau tidak digunakan atau baterai menunjukkan keborosan yang tak wajar, bisa jadi perangkat pengguna terserang malware.

Halaman
1234
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved