Cara Pertamina MOR VII Peduli Perempuan

P2TP2A mencatat ada 860 kasus kekerasan perempuan dan anak yang terungkap hingga September 2018.

Cara Pertamina MOR VII Peduli Perempuan
muh Fadly/tribun timur
Unit Manager Communication & CSR MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo yang ditemui di kantornya Jl Garuda Makassar, Selasa (11/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak  Sulsel atau P2TP2A Sulsel mencatat ada 860 kasus kekerasan perempuan dan anak yang terungkap hingga September 2018.

Dari jumlah itu, kasus kekerasan fisik mendominasi dengan 439 kasus, psikis 250 kasus, seksual 202 kasus, dan penelantaran 42 kasus, selebihnya kasus trafficking dan eksploitasi.

Data tersebut mematik PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi untuk ikut serta membahas dan menawarkan solusi dalam sebuah talkshow dan Gathering bertajuk Pertamina Bright Gas.

Baca: Liestiaty Fachrudin Buka TOT UKM Diskop Sulsel

Baca: DPT Makassar Kembali Berkurang 2.831 Orang, Ada Apa?

Baca: VIDEO: Loket Pengajuan Hingga Kehilangan e-KTP di Disdukcapil Makassar Tanpa Nomor Antre

Rencananya, gathering digelar di Rumah Makan Ayam Goreng Fatmawari Jl Boulevard Makassar, Rabu (12/12/2018).

Hadir sebagai pembicara, Ketua Persatuan Wanita Patra (PWP) Pertamina MOR VII Indira Hasan yang merupakan Istri GM Pertamina MOR VII Werry Prayogi, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulsel Liestiaty F Nurdin yang merupakan istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan Founder Sekolah Anak Percaya Diri Nuraeni.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo yang ditemui di kantornya Jl Garuda Makassar, Selasa (11/12/2018) menuturkan, talkshow yang dirangkaikan dengan perayaan hari Anti Kekerasan Pada Perempuan ini terbilang penting.

Baca: Festival I Lagaligo, Polres Soppeng Minta Bantuan Polres Tetangga

Baca: Lowongan Kerja Terbaru BNI Syariah, Dicari Minimal Lulusan D3, Segera Daftar, Terakhir Hari Ini

Baca: Keluarga Korban Pembunuhan Petani di Maros Tak Yakin Jika Hanya Satu Tersangka

"Data dari DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Makassar pada 2017 mencatat, ada 1.406 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi. Bila di-zooming, khusus desa binaan kami di daerah Pattingalloang hingga ke Paotere, masih banyak kasus kekerasan yang terjadi. Utamanya kepada anak," katanya.

Founder Sekolah Anak Percaya Diri Nuraeni sebagai pembicara, akan mengupas inisiasinya dalam mendirikan Sekolah Anak Percaya Diri. Sebuah sekolah informal yang berdiri sejak 2016 yang erlokasi di Jl Barukang III Lorong 3 Makassar.

"Kami terpanggil membantu Nuraeni dalam membuka sekolah tersebut, karena prihatin melihat anak korban kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual di lingkungan sekitar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved