citizen reporter

Di depan Ulama Iran, Kyai NU Perkenalkan Pemikiran Hasyim Asyari

Hadratussyekh Hasyim Asy'ari juga menjaga keutuhan masyarakat dunia Islam khususnya perannya dalam mencegah rezim al-Saudi merusak makam Nabi Muhammad

Di depan Ulama Iran, Kyai NU Perkenalkan Pemikiran Hasyim Asyari
dok ismail amin
Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya Dr KH Ahmad Gazali, MA persentase makalah "Peran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari dalam Kemerdekaan RI" di Al-Mustafa International University, Qom Republik Islam Iran, Sabtu (8/12/2018). 

Citizen Reporter

Ismail Amin

Mahasiswa Indonesia melaporkan dari Teheran, Iran

TRIBUN-TIMUR.COM - Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya Dr. KH. Ahmad Gazali, MA dihadapan sejumlah ulama dan cendekiawan muslim Iran memperkenalkan peran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari dalam dunia Islam pada persentase makalah "Peran Hadratussyekh Hasyim Asy'ari dalam Kemerdekaan RI" di Al-Mustafa International University, Qom Republik Islam Iran, Sabtu (8/12/2018).

Dalam penyampaiannya, tenaga pengajar di UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengatakan Hadratussyekh Hasyim Asy'ari tidak hanya menunjukkan peran besarnya dalam upaya kemerdekaan dan menjaga kemerdekaan RI.

Ismail Amin, Mahasiswa Indonesia di Al-Mustafa International University, Iran
Ismail Amin, Mahasiswa Indonesia di Al-Mustafa International University, Iran (dok pribadi)

Hadratussyekh Hasyim Asy'ari juga menjaga keutuhan masyarakat dunia Islam khususnya perannya dalam mencegah rezim al-Saudi merusak makam Nabi Muhammad SAW yang dapat memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia.

"Surat Hadratussyekh Hasyim Asy'ari kepada raja Abdul Aziz al-Saud meminta agar empat mazhab resmi Islam tetap harus mendapat tempat di Saudi dan makam Rasulullah saw jangan sampai dihancurkan sebagaimana nasib Pemakaman Baqi, sampai sekarang masih ada. Yang menunjukkan, peran dan pemikiran Hadratussyekh tidak hanya mencakup negara Indonesia saja, namun juga melampaui batas teritorial negara, yaitu dunia Islam secara umum," ujarnya.

Lebih lanjut, KH. Ahmad Gazali menyebut Hadratussyekh Hasyim Asy'ari merupakan tokoh Islam pertama yang menyatakan bahwa NKRI sah secara fikih Islam, sehingga membela NKRI sama kedudukannya dengan jihad dalam Islam yang dibuktikannya dengan fatwa jihad yang dikeluarkannya pada 14 September 1945 untuk mendukung proklamasi dan wajib berjihad mempertahankannya.

"Pandangan KH. Hasyim Asy'ari tentang nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam sudah diamalkannya jauh sebelum proklamasi dikumandangkan. Ketika penjajahan Jepang, ia mengeluarkan fatwa haram hukumnya melakukan seikeirei (membungkuk ke arah Istana kaisar Jepang), yang mengakibatkan ia dipenjara dan disiksa tentara Jepang." Lanjut ulama NU Jatim tersebut.

Pemikiran-pemikiran Hadratussyekh menurut KH. Ahmad Gazali yang konsisten dan bersikukuh menjaga toleransi antar umat beragama demi terciptanya kedamaian dan keamanan di NKRI terus dilanjutkan oleh anggota-anggota NU sampai sekarang.

Halaman
123
Penulis: CitizenReporter
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved