VIDEO: Ratusan Pedagang Pasar Sentral Padati Ruang Sidang Pengadilan Negeri Makassar

Sidang gugatan pedagang Pasar Sentral terhadap Pemerintah Kota Makassar dan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), berlangsung di Pengadilan Negeri M

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sidang gugatan Pedagang Pasar Sentral terhadap Pemerintah Kota Makassar dan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (06/12/2018).

Sidang dengan agenda penyerahan/pembacaan materi dan bukti gugatan, dihadiri setidaknya ratusan pedagang yang notabene menjadi korban penggusuran.

Bahkan karena ruangan sidang tidak muat, sebagian Pedagang terpaksa mendengarkan dan melihat proses sidang dari luar.

Baca: 16 Orang Jadi Korban Pembantaian KKB di Papua, 7 Selamat, 20 Belum Ditemukan, Ini Nama-namanya

Baca: Bupati Adnan Masih Tunggu Kepastian Warga Gowa yang Jadi Korban Penembakan di Papua

Baca: Baca Buku di Dinas Perpustakaan Luwu Timur Semakin Nyaman, Ada Taman dan Kedai Ngopinya

Gugatan pedagang ini adalah buntut dari penggusuran lods lapak perseteruan antara pedagang dengan PT MTIR selaku pengembang New Mall Makassar.

Perserteruan ini karena tidak ada kecocokan harga. Kedua belapihak tetap bersikuk dengan keinginan masing masing.

Baca: Head to Head PSM vs PSMS, Juara atau Tidak Sama Sekali

Baca: Jelang Laga Pamungkas, PSM Latihan Tertutup

Baca: Manajemen PSM Makassar Akhirnya Buka Suara Soal Wiljan Pluim Diincar Klub Asal Malaysia

Sehingga para pedagang bertahan di lods yang lama. Lantaran tidak mau pindah, para pedagang pun di gusur secara paksa.

Dalam gugatanya, pedagang menuntut agar pengembang dan Pemkot Makassar ganti rugi sebesar Rp 1,8 triliun dengan atas penggusuran lods pedagang. ((*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved