Perkawinan Anak di Sidrap Capai 89 Kasus, Dollah Mando: Ini Sudah Darurat

Jumlahnya mencapai 89 kasus pada tahun 2018 ini, naik sebanyak 34 persen dari tahun lalu yang 'hanya' 66 kasus.

Perkawinan Anak di Sidrap Capai 89 Kasus, Dollah Mando: Ini Sudah Darurat
M Haris Syah/TribunSidrap.com
Deklarasi Stop Perkawinan Anak di Kabupaten Sidrap. 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, M Haris Syah

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE -- Kabupaten Sidrap menjadi salah satu daerah dengan angka perkawinan anak tertinggi di Sulawesi Selatan.

Jumlahnya mencapai 89 kasus pada tahun 2018 ini, naik sebanyak 34 persen dari tahun lalu yang 'hanya' 66 kasus.

Hal itu diungkap Plt Bupati Sidrap Dollah Mando, melalui sambutannya yang disampaikan staf ahli Nursaman Halede, disela Deklarasi Stop Perkawinan Anak di Pelataran Monumen Ganggawa Pangkajene, Jumat (7/12/2018).

Baca: Satlantas Polres Polman Imbau PKL Tidak Serobot Bahu Jalan

Baca: Cari Tempat Nongkrong di Toraja Utara dan Cara Olah Kopinya? Datang di Rezeki Coffee

Baca: Foto-foto Rumah Cut Tari di Sydney Usai Dicerai Suami, Bagian Dapur & Ruang Tamunya yang tak Biasa

"Ini sudah darurat, karena itu perlu tindakan pencegahan secara bersama-sama," jelasnya.

Dampak yang ditimbulkan perkawinan anak, diantaranya resiko melahirkan dini, resiko kematian ibu & anak, kekerasan rumah tangga, tidak siap mental berumah tangga, hingga gangguan reproduksi.

Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sidrap Mardiah Has mengatakan, dulunya yang marak adalah pernikahan dini dibawah usia 17 tahun.

"Namun kini pernikahan anak juga trennya semakin meningkat," ujarnya.

Senada, Presidium Wilayah KPI Sulsel Syahri Bulan menambahkan KPI terus berupaya menekan angka perkawinan anak lewat pelbagai advokasi. Sidrap adalah kabupaten ke-10 di Sulsel yang menggelar deklarasi.

"Kita terus lakukan kampanye pencegahan. Sosialisasi ke sekolah-sekolah, mendorong perda, bahkan ada Desa Kalosi Alau yang punya Perdes mencegah perkawinan anak," urainya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

 

Penulis: M haris syah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved