Kewalahan Tangkap 34 DPO Korupsi, Kejati Sulselbar Minta Bantuan Kejagung

Ada sekitar 34 pelaku yang sudah berstatus tersangka dan terpidana dalam kasus korupsi, dinyatakan masih bebas berkeliaran.

Kewalahan Tangkap 34 DPO Korupsi, Kejati Sulselbar Minta Bantuan Kejagung
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kejaksaan Tinggi Sulselbar menggelar press rilis penanganan kasus tindak pidana korupsi periode 2018 tahun ini, Jumat (7/12/2018). Diam-diam Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tengah menyelidiki pengelolaan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUB-TIMUR.COM, MAKASSAR --Kasus korupsi hingga kini masih menjadi pekerjaan yang sulit diselesaikan para penegak hukum, terutama di lingkup Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat.

Ada sekitar 34 pelaku yang sudah berstatus tersangka dan terpidana dalam kasus korupsi, dinyatakan masih bebas berkeliaran.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmizi mengatakan sepanjang 2018, pelaku tindak pidana korupsi yang masih dalam dalam status Daftar Pecarian Orang (DPO) sebanyak 34 orang.

"Ini yang belum tertangkap," Tarmizi.

Baca: TRIBUNWIKI: Lokasi ATM Bank Sulselbar di Soppeng

Baca: Hari AIDS Sedunia, Deng Ical Ajak Seluruh Elemen Lebih Peduli

Baca: Mulan Jameela Akhirnya Blak-blakan Soal Skandal Ahmad Dhani, Ngaku Rasakan Ini

Menurut Tarmizi , pihaknha telah meminta bantuan melalui Media Center Kejaksaan Agung untuk menangkap buronan tersebut.

"Mekanisme terhadap dpo ini, Kejati telah membuat surat kepada Jampidsus untuk membatu melakukan penangkapan para dpo baik statusnya tersangka, terdakwa maupun terpidana,: tuturnya

Jampidsus telah merespon permintaan Kejati Sulselbar dan dari Jampidsus Kejaksaan Agung sendiri memerintahkan seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia untuk membantu penangkapan.

"Seluruh atau 31 Kejaksaan Tinggi mempunyai data para dpo untuk melakukan penangkapan. ," paparnya.

Tak hanya itu, permintaan bantuan penangkapan juga kepada AmC Jamintel Kejaksaan Agung untuk memonitoring para DPO.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved