VIDEO: 400 UMKM Ramaikan Seminar Kewirausahaan Kanwil DJP Sulselbartra

Kantor DJP Sulselbartra menggelar seminar kewirausahaan bertajuk Business Development Services (BDS) di Hotel Myko Jl Panakkukang Makassar

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulselbartra) menggelar seminar kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk Business Development Services (BDS) di Hotel Myko Jl Panakkukang Makassar, Kamis (6/12/2018).

Sebanyak 400 pelaku UMKM di wilayah Makassar dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam seminar yang digelar berkat kerja sama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di wilayah Makassar yakni, KPP Pratama Makassar Utara, KPP Pratama Makassar Selatan, dan KPP Pratama Makassar Barat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Eko Pandoyo Wisnu Bawono dalam sambutannya menuturkan, BDS merupakan program kegiatan pelatihan dan pembinaan terhadap para pelaku UMKM dengan memberikan materi yang berisi cara mendorong perkembangan usaha para pelaku UMKM serta materi terkait perpajakan.

Baca: Kementan Resmikan Agrowisata Durian di Kota Solok

Baca: Bupati Luwu Timur Minta Kades Data Warganya Tak Sekolah

Baca: Penasaran Nonton Ma Pasilaga Tedong di Toraja, Ini Jadwal Bulan Desember

"Kegiatan ini merupakan upaya DJP untuk menjangkau wajib pajak melalui pendekatan end to end untuk UMKM dan memperluas basis data perpajakan," katanya.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan Kanwil DJP Sulselbartra Sugeng Santosa dengan materi hak dan kewajiban wajib pajak, ada juga Founder Indonesia Entrepreneur School, Harianto Albarr berbicara tentang UMKM naik kelas.

Ada juga success story owner Winslicious Photography Winarni K Suprimardani, dan Perwakilan Kantor Wilayah BRI Makassar Sabaruddin yang membahas Mengapa Usaha Butuh Modal.

Acara ini, lanjut Eko, digelar agar terwujud peningkatan kesadaran (awareness), ketertarikan (engagment), dan kepatuhan (compliance) terhadap pajak oleh pelaku UMKM.

"Semoga pada pelaku UMKM akan naik kelas, baik dari segi ukuran bisnis, dari tingkat pengetahuan dan manajemen bisnis, serta dari sisi kepatuhan kewajiban perpajakan," katanya.

Hungga akhirnya, terwujud kontribusi pajak nyata dari para pelaku UMKM agar pencapaian realisasi penerimaan pajak lebih optimal. 

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

A

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved