SCF: Industri Minuman Juga Wajib Edukasi Konsumen Pemakai Sampah Plastik

Industri masih minim memberi edukasi, padahal produk konsumsi berkemasan plastik sudah massif dan merambah ke pelosok dan pulau-pulau terluar,

SCF: Industri Minuman Juga Wajib Edukasi Konsumen Pemakai Sampah Plastik
dok_tribun-timur/scf
Peserta workshop Pengarusutamaan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Points, Jl Landak Baru, Rappocini, Makassar, Rabu (5/12/2018). 

MAKASSAR, TRIBUN -- Industri minuman, makanan, serta pengolahan produk konsumen berkemasan plastik dinilai ikut andil dalam menurunnya kualitas ekosistem lingkungan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Salah kelola sampah di level rumah tangga, serta minimnya pengetahuan konsumen tentang bahaya sampah non-organik, yang terjadi dalam 2 dekade terakhir, karena industri hanya mengedepankan aspek produksi, mendistribusi, dan transaksi.

"Ini bukan tentan sampah orang kota saja. Industri masih minim memberi edukasi, padahal produk konsumsi berkemasan plastik sudah massif dan merambah ke pelosok dan pulau-pulau terluar," kata Bachrianto Bachtiar, co-Founder sekaligus peneliti lingkungan laut dan pesisir Sulawesi Community Foundation (SCF), kepada Tribun, kemarin.

Bachrianto Bachtiar, Dosen Fakultas Perikanan Unhas yang menggemari sepakbola dan sering memprediksi hasil pertandingan liga-liga Eropa.
Bachrianto Bachtiar, Dosen Fakultas Perikanan Unhas. 2018 (dok.tribun)

SCF adalah NGO bidang pemberdadaan masyarakat, kerja sama multipihak dalam pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan.

Bachrianto mengemukakan ini usai SCF menginisiasi dan jadi fasilitator dalam workshop Pengarusutamaan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Points By Sheraton, Jl Landak Baru, Rappocini, Makassar, Rabu (5/12/2018).

Baca: SC Foundation Bareng Pemprov Sulsel Bahas Isu Lingkungan di Sheraton Makassar

Workshop yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemprov Sulsel, dan SCF ini, menghadirkan narasumber Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Prof Ir Medrilzam, M,.Econ, Ph.D dan peneliti lingkungan Dr. Roland Alexander Berkley.

Acara ini dihadiri sekitar 120 orang dari kalangan akademisi, otoritas lingkungan dari pemerintah, NGO, dan para pihak yang terkait.

Baca: Tekan Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah, Ini yang Dilakukan Sekolah Peraih Adiwiyata Mandiri 2017

Bachrianto yang di acara itu menjadi narahubung, mengemukakan, sejatinya dalam edukasi dan literasi pengelolaan lingkungan, pihak industri ikut mendorong pemerintah menyiapkan proyek percontohan pengolahan sampah plastik, hingga ke lingkungan komunitas terkecil.

“Khusus di masyarakat pesisir di Sulsel, wilayah yan paling banyak merasakan dampak penurunan mutu ekosistem menyiapkan project pendampingan bersama pemerintah daerah minimal sampai di level kecamatan,” ujar akademisi dari Unhas ini.

Proyek percontohan pengolahan sampah ini, menyasar langsung masyarakat yang sekaligus edukasi konsumen.
“Program ini bukan sekadar menyiapkan tempat sampah organik non organik, atau menyampaikan efek dan bahaya sampah plastik bagi lingkungan, melainkan juga mengupayakan proyek pengolahan sampah berkesinambungan dan bernilai ekonomis bagi warga,” ujarnya,

Merujuk data lansiran Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut .

Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, tengah galak mengkampanyekan bahaya sampah plastik di Indonesia, dan menurunnya ekosistem pesisir dan laut di Indonesia akibat sampah plastik,
Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved