Satnarkoba Polrestabes Makassar Tembak Bos Besar Narkoba Kampung Sapiria

Kasatnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengungkapkan, Cikal ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap di Jl Teuku Umar.

Satnarkoba Polrestabes Makassar Tembak Bos Besar Narkoba Kampung Sapiria
darul amri/tribun-timur.com
Bos besar narkoba Kampung Sapiria, Kota Makassar, Tompo alias Cikal (28), ditembak oleh tim Satnarkoba Polrestabes Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bos besar narkoba Kampung Sapiria, Kota Makassar, Tompo alias Cikal (28), ditembak oleh tim Satnarkoba Polrestabes Makassar.

Kasatnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengungkapkan, Cikal ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap di Jl Teuku Umar.

"Jadi saat ditangkap pelaku ini melawan dan menendang petugas," ungkap Diari saat merilis kasus penangkapan Cikal di kantor Polrestabes, Kamis (6/12/2018).

Cikal panik saat dia ditangkap bersama istrinya, Fadilah Wahi (20) disebuah kos-kosan di Jl Teuku Umar, Makassar, Rabu (5/12/18) malam.

Kepanikan Cikal itu membuat dia takut saat digiring ke Mapolrestabes. Tiba-tiba Cikal menendang petugas. Sudah diberikan peringatan namun tidak dipedulikan.

"Sudah diberi peringatan dan masih saja berontak dan menendang petugas. Kami pun mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan pelaku," ujar Diari.

Selain menangkap bandar bos narkoba Kampung Sapiria, polisi juga amankan dua paket narkoba jenis sabu masing-masing paket seberat 50 gram.

Kompol Diari menjelaskan, bandar Cikal merupakan penerus dari bandar besar bos narkoba Kampung Sapiria, HP yang sudah divonis pengadilan.

"Bisa dibilang Cikal ini adalah penerus dari bos bandar sebelumnya yang sudah divonis, mungkin sudah insaf. Jadi cikal yang pegang peran di Sapiria," jelasnya.

Lanjut Diari, HP yang menjadi bos narkoba di Kampung Sapiria sejak awal 2015 dan tertangkap diakhir 2017, Cikal pun melanjutkannya.

"Pengakuannya ini Cikal baru tiga bulan jadi pengedar, soal berapa kilogram itu masih pendalaman, soal peran istrinya juga masih didalami, kan mereka baru nikah," lanjutnya.

Cikal dan istrinya, Fadilah bertemu di Bau-bau Sulawesi Tenggara, saat dia, Cikal menjadi buronan oleh tim penyidik Satresnarkoba Polrestabes Makassar.

Bos Cikal pun terancam penjara paling cepat enam tahun dan paling lambat 20 tahun. Melanggar pasal 112 dan 114 UU 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved