Penyandang Disabilitas yang Jago Nyanyi Ini Kehilangan Tangannya, Kisahnya Bikin Haru

Penyandang Disabilitas, Puji Hartanto atau akrab disapa Enho menunjukkan jati dirinya dengan terus mengasah bakat lewat musik.

Penyandang Disabilitas yang Jago Nyanyi Ini Kehilangan Tangannya, Kisahnya Bikin Haru
Munji/Tribunpangkep.com
Penyandang Disabilitas asal Pangkep, Puji Hartanto atau Enho saat mengamen di Warung 77, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (6/12/2018). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Cacat fisik bukanlah halangan untuk terus berkarya.

Apalagi untuk berhenti berkarya hanya karena keterbatasan fisik akibat mengalami musibah di 2002 tahun silam.

Di Pangkep, Penyandang Disabilitas, Puji Hartanto atau akrab disapa Enho menunjukkan jati dirinya dengan terus mengasah bakat lewat musik.

Baca: Gelar Seminar, STAI DDI Sidrap Kerjasama PPs FIAI UII Yogyakarta

Baca: Ingin Beli Mobil? Yuks ke Pameran Otomotif MaRI’s Market, Ada Banyak Promo Loh!

Baca: Pengusaha Real Estate Berbagai Negara Padati The Westin Hotel Nusa Dua Bali

Kepiawaiannya bermain musik dan bernyanyi, dia asah tanpa harus malu dengan keterbatasan fisik, pasca usai kesetrum listrik yang membuat tangannya hangus sehingga harus diamputasi.

Eno bangkit, tidak menyerah. Meski sempat kecewa dan putus asa apa yang dialaminya, dia mengambil hikmah dari segala cobaan yang diberikan Allah SWT.

"Saya kalut, batin saya menjerit atas musibah yang saya alami. Betul-betul saya putus asa waktu itu. Rasanya tidak sanggup lagi menjalani hidup," ungkapnya, Kamis (6/12/2018).

Kekalutan yang dialami Eno, semakin bertambah. Dia ditinggalkan istrinya saat dirinya benar-benar butuh penyemangat hidup.

"Saat itu istri saya patah semangat, bahkan setelah 2 bulan keluar dari rumah sakit dia tinggalkanka. Saya ikhlas dan menerima semuanya meski batin saya benar-benar sakit tapi Allah punya rencana lain," katanya.

Diapun bercerai dan Eno berusaha move on dari segala masalah yang dihadapinya dan hijrah ke Pangkep tahun 2004.

"Saya bangkit lagi, keluarga terua memberi dukungan, move on dan berjuang hidup di Pangkep dengan bekerja sebagai pengamen di tempat keramaian dan warung-warung di Pangkep," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved