Penetapan Tersangka Ketua MUI Palopo Dinilai Tidak Cukup Bukti

Menurut Anwar dalam penepatan klienya sebagai tersangka oleh penyidik Polda tidak cukup bukti, sehingga wajib hukumnya untuk dibebaskan.

Penetapan Tersangka Ketua MUI Palopo Dinilai Tidak Cukup Bukti
hasan/tribun-timur.com
Sidang gugatan praperadilan Ketua pengurus Yayasan Masjid Agung Palopo KH Syarifuddin Daud mulai bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (08/12/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang gugatan praperadilan Ketua pengurus Yayasan Masjid Agung Palopo KH Syarifuddin Daud mulai bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (08/12/2018).

Ayah dari mantan Wakil Wali Kota Palopo Ahmad Syarifuddin atau Ome ini menggugat penyidik Polda Sulsel atas penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan dana hibah Masjid Agung Palopo.

"Praperadilan ini kita ajukan karena kita ingin menguji soal defenisi permulaan yang cukup" kata Tim Kuasa Hukum tersangka, Anwar Amiruddin kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (06/12/201

Menurut Anwar dalam penepatan klienya sebagai tersangka oleh penyidik Polda tidak cukup bukti, sehingga wajib hukumnya untuk dibebaskan.

Syarifuddin Daud ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah memindahkan kepemilikan Masjid Agung Polopo yang sebelumnya menjadi aset Pemkot menjadi aset milik yayasan.

"Kalau korupsi darimana dasar korupsinya," ujar Anwar Amiruddin dengan tegasnya.

Pasalnya terkait kepemilikan lahan itu, sampai saat ini Pemerintah Kota Palopo sendiri belum mampu membuktikan jika lahan yang diklaim itu miliknya atau aset dari Pemkab Palopo.

"Untuk menyatakan sebagai pemilik, harus ada alas hak kepemilikan. Tapi sampai saat ini belum mampu dibuktikan," paparnya.

Adapun masalah penyewaan lahan Masjid yang diklaim milik Pemkab Palopo dalam pembangunan tower, kata Anwar selama ini digunakan untuk kemakmuran Masjid bukan untuk kepentingan pribadi.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved