Ini Alasan BKD Parepare Awalnya Enggan Campuri Penyegelan Kantor Dinas Kesehatan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Parepare, Amran Ambar menjelaskan, pihaknya sepertinya tidak sangkutpautnya dengan penyegelan ini.

Ini Alasan BKD Parepare Awalnya Enggan Campuri Penyegelan Kantor Dinas Kesehatan
Mulyadi/Tribuparepare.com
Listrik Dinkes Parepare disegel PLN karena menunggak 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare awalnya enggan merespon terkait penyegelan listrik Kantor Dinas Kesehatan Kota Parepare karena menunggak, Kamis (6/12/2018).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Parepare, Amran Ambar menjelaskan, pihaknya sepertinya tidak sangkutpautnya dengan penyegelan ini.

"Dinas Kesehatan dipimpin oleh managerial yang cukup handal dan teruji sehingga masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan,"terangnya.

Baca: Putra Kabag Humas Pemkab Pinrang Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Tentangnya

Baca: Angkat Bidan PTT Jadi CPNS, Dinas Kesehatan Sidrap Tunggu Petunjuk Pusat

Baca: Nelayan Ajatappareng Ditekankan Hindari Gunakan Alat Tangkap yang Dilarang

Terkait anggaran listrik yang diduga tidak dicairkan BKD, Amran mengaku, Dinkes secara catatan dananya banyak dan bahkan sampai puluhan kali membayar listrik pun cukup.

Sehingga menurutnya, dengan anggaran yang banyak disimpan disana yang sampai sekarang belum dipertanggungjawabkan, masa mau ditalangi lagi.

Solusi lain pun, kata Ambar jika uang yang disimpan di Dinkes tidak bisa digunakan, maka datang di BKD menjelaskan detailnya."Jika menyangkut pelayanan, maka pasti kita upayakan. Minimal orang PLN dan Dinkes bisa diselesaikan pembayaran langsung di Bank,"ujar Amran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ini mengaku, langkah yang ditempuhnya guna melakukan pengendalian keuangan.

Dia menambahkan, sampai sekarang ini masih banyak kegiatan keuangan di Dinkes yang belum dipertanggungjawabkan. Disinggung jumlahnya, Amram enggan menyebut tetapi kisaran miliaran rupiah.

"Bahkan sampai sekarang ini tiga Puskesmas yakni Lompoe, Lapadde dan Lakessi BOK-nya kemarin langsung dibayarkan di bank lewat BKD karena di Dinkes ternyata sudah ada pertanggungjawabannya tetapi uangnya tidak sampai,"tambahnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii

Penulis: Mulyadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved