Cara Rutan Palu Agar Warga Binaan Mandiri Setelah Bebas

melaui program kreatif dan pengembagan potensi Bimbingan Kerja (Bimker), para napi dibimbing agar bisa mandiri.

Cara Rutan Palu Agar Warga Binaan Mandiri Setelah Bebas
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kepala Kasubsi Bimker Rutan Kelas II A Palu, Meliana, saat memberikan arahan kepada warga binaan di peternakan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (6/12/2018). Rutan Kelas II A Palu membuat terobosan program kreatif dan pengembagan potensi Bimbingan Kerja (Bimker) agar para bisa mandiri setelah selesai menjalani masa hukuman. ( 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Banyak cara yang dilakukan untuk membekali keterampilan warga binaan. Salah satunya dengan memberikan edukasi dengan pelatihan usaha dan pendampingan kreativitas.

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Palu misalnya, melaui program kreatif dan pengembagan potensi Bimbingan Kerja (Bimker), para napi dibimbing agar bisa mandiri.

Tujuannya, agar setelah keluar Rutan, warga binaan bisa memanfaatkan bekal ilmu atau keterampilan yang didapat untuk bekerja atau membuka berusaha mandiri.

"Jadi saat ini kita tidak lagi menggunakan sistem seperti sebelumnya menggunakan cara penjara atau kurungan. Tapi bangimana kita memasyarakatkan warga binaan. Bagaimana mereka bisa diterima dilingkungan masyarakat setelah menjalani masa pidana, itu yang kita fokuskan kepada mereka," kata Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bimbingan Kerja (Bimker) Rutan Kelas II A Palu, Meliana, saat meninjau Peternakan di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (6/12/2018).

Salah satu warga binaan mengecek makanan ayam di Peternakan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (6/12/2018). Rutan Kelas II A Palu membuat terobosan program kreatif dan pengembagan potensi Bimbingan Kerja (Bimker) agar para bisa mandiri setelah selesai menjalani masa hukuman. (*)
Salah satu warga binaan mengecek makanan ayam di Peternakan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (6/12/2018). Rutan Kelas II A Palu membuat terobosan program kreatif dan pengembagan potensi Bimbingan Kerja (Bimker) agar para bisa mandiri setelah selesai menjalani masa hukuman. (*) (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Menurut Meliana, pendampingan kerja tersebut merupakan program Rutan yang dinilai sangat penting karena berdampak posotif bagi narapidana yang tidak lama lagi selesai menjalani masa hukuman.

"Kenapa ada program seperti ini, bagaimana kita membuat suatu kegiatan yang bisa bermanfaat bagi warga binaan, bisa menjadikan bekal bagi mereka sehingga menjadi lapangan kerja bagi mereka sendiri, salahsatunya peternakan ayam super ini, usia 40 hari sudah boleh diproduksi," katanya.

Selain itu Meliana menjelaskan pihaknya selalu berupaya memberikan pembinaan ekstra selama para warga binaan menjalani masa hukuman salah satunya yaitu mendekatkan warga binaan kepada keluarga.

"Itu salah satunya, selain mendekatkan mereka kepada yang maha kuasa," katanya.

"Nah yang kedua, melaui kunjungan, sesering mungkin mereka dikunjungi oleh pihak keluarga maupun kerabatnya, itu akan mempercepat proses pembinaan juga, karena setip mereka dibesuk, pasti ada waktu mereka saling mengingatkan," tambahnya.

Untuk di peternakan ayam, para warga binaan berjumlah 8 orang. Mereka adalah warga yang masa hukumannya akan berakhir.

Cara seperti ini kata Meliana dinilai sangat baik karena mereka para warga binaan tersebut sudah menjalani sidang TPP dan tinggal menunggu surat keputusan untuk menjalani cuti beryarat dengan pembebasan bersyarat dari lapas.

Meski program pembinaan tersebut beru berjalan satu bulan lebih, namun kata Meliana sudah menunjukan progres yang baik, salah satunya peningkatan kapasitas warga binaan, mereka sudah banyak tahu tentang cara beternak ayam super, mulai dari proses penimbangan sampai porses pemasarannya.

"Kami berharap program ini berkelanjutan, jadi modelnya adalah apabila ada warga binaan tinggal seminggu akan bebas, maka kita akan ambil lagi menggantikan warga binaan yang sudah bebas. Warga binaan baru yang juga masa tahannya akan selesai, karena warga binaan itu kan banyak, jadi ada yang menunggu setelah mereka sidang TPP. Jadi semuanya berkesinambungan, jadi ilmu yang diberikan berkesinambungan juga," katanya. (*)

Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved