Keluarga Korban Pembantaian KKB Asal Toraja Harap Ini ke Pemerintah

Nelson menceritakan sesuai informasi yang diterimanya dari keluarga di Papua bahwa anaknya meninggal karena tertembak oleh kelompok bersenjata.

Keluarga Korban Pembantaian KKB Asal Toraja Harap Ini ke Pemerintah
risnawati/tribuntoraja.com
Ayah korban pembantaian Anugrah bernama Nelson Salempang (sarung merah) bersama keluarga di kediaman korban di Dusun Poya, Lembang (Desa) Kantunpoya, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Keluarga korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua menunggu informasi terkait jenazah korban.

Salahsatu korban bernama, Anugrah yang berada di kantor lapangan pengerjaan pembangunan jembatan jalan trans Papua dikabarkan tewas dengan 30 pekerja lainnya.

Kabar itu sudah diungkapkan ayahnya bernama Nelson Salempang beralamat di Dusun Poya, Lembang (Desa) Kantunpoya, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Pantauan TribunToraja.com, rumah korban dipenuhi keluarga Nelson yang menerima kunjungan pemerintah dan Kodim 1414 Tana Toraja, Rabu (5/12/2018).

Nelson menceritakan sesuai informasi yang diterimanya dari keluarga di Papua bahwa anaknya meninggal karena tertembak oleh kelompok bersenjata.

"Keluarga di Papua memberi kabar bahwa korban selamat Martinus Sampe menceritakan saat dia duduk bersama Alprianus dan Anugrah, mereka mendengar tembakan dan mengajak untuk lari," ucap Nelson.

Kemudian, Anugrah dan Alprianus hendak melarikan diri tapi langsung tertembak, Martinus menoleh dan melihat keduanya sudah terbaring dan meninggal, dan tidak sempat menolong.

"Saya sudah menelfon keluarga, info evakuasi belum ada hasilnya dan berita masing simpang siur," ungkapnya.

Dijelaskan Martinus Sampe, Anugerah dan Jonny Arung adalah keluarga dan satu kampung.

"Kami mendengar informasi Jonny Arung selamat, hanya saja belum ditemukan," kata Nelson.

Mewakili segenap keluarga, Nelson menitip harapan kepada Pemerintah Pusat dan daerah agar jenazah anaknya dipulangkan, mengingat nenek, ibunya dan keluarga ingat melihat jenazah Anugrah sebelum dikuburkan.

"Neneknya masih ada, kasian jika tidak melihat cucunya, kami harap pemerintah memfasilitasi memulangkan jenazah anak kami," tutupnya.

Nelson mengatakan, tidak ada keluarga dari Toraja yang ke Papua mengingat ada saudara, keluarga dan kerabat yang membantu mengevakuasi dan mencarikan informasi mengenai korban asal Toraja, termasuk anaknya

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved