Jumlah Kunjungan Wisman Tak Pengaruhi Tingkat Hunian Hotel

Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar menurun 7,34 persen pada Oktober 2018

Jumlah Kunjungan Wisman Tak Pengaruhi Tingkat Hunian Hotel
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga bersama bersama Ketua IHGMA Sulsel, Junaedi Salam dan tim Independen yang telah dibentuk menggelar Press Conference yang beelangsung di Executive Lounge Hotel Claro, Makassar , Senin (26/11). Kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan BPD PHRI Sulsel untuk mengikuti Anugerah PHRI 2018 yang ditandai dengan proses seleksi tingkat provinsi yang diadakan bagi semua pelaku bisnis perhotelan dan rumah makan atau restoran. Sebanyak delapan kategori penghargaan untuk hotel ialah Best Resort Hotel, Best City Hotel, The Best Affordable Hotel, Bintang 1 terbaik, Bintang 2 terbaik, Bintang 3 Terbaik, Bintang 4 terbaik, Bintang 5 terbaik. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR -Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar menurun 7,34 persen pada Oktober 2018 bila dibandingkan bulan September 2018.

Dimana pada bulan September jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Makassar mencapai 1.281 orang, sementara pada Oktober 2018 hanya 1.187 orang.

Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah menegaskan bahwa kunjungan Wisman pada Oktober 2018 ini juga lebih rendah bila dibandingkan dengan kunjungan Wisman pada Oktober 2017 lalu.

"Jika dibandingkan dengan Oktober 2017, maka terjadi penurunan sebesar 18,02 persen. Dimana jumlah kunjungan Wisman pada Oktober 2017 sebesar 1.448 kunjungan," terang Yos saat rilis BPS Sulsel kemarin, Senin (3/12/2018).

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga menegaskan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara tidak memengaruhi tingkat hunian hotel.

"Sesungguhnya naik turunnya angka wisatawan ke Sulsel, bahkan hingga naik 25% pun dari data jumlah kunjungan tidak memberikan hal yang signifikan untuk tingkat huni hotel di Sulsel," terang Anggiat Sinaga.

Ia menegaskan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara hanya memberi efek 1 sampai dengan 2 persen saja sehingga pihaknya tidak begitu khawatir terhadap fluktuasi arus kunjungan wisatawan mancanegara.

"Walaupun tetap dimaintain agar ada perimbangan antara wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Saya berharap Kedepannya Sulsel lebih total dan fokus untuk bidik pasar wisatawan nusantara," tutur Anggiat Sinaga.

Hal tersebut tidak lepas dari jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, merupakan potensi pasar industri parawisata yang potensial untuk diajak berkunjung ke Sulawesi Selatan.

General Manager Claro Hotel Makassar ini pun berharap pemerintah dan stekholder terkait sama-sama bergandengan membenahi fasilitas dan mengembangkan parawisata Sulsel.(*).

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved