Guru Besar Unhas Ajari Pengelolaan Parawisata Alam di TNTBR Selayar

Guru Besar Fakultas Unhas Membawakan Materi Sosialiasi Desain Tapak Pengelolaan Parawisata Alam TNTBR Selayar

Guru Besar Unhas Ajari Pengelolaan Parawisata Alam di TNTBR Selayar
TRIBUN TIMUR/NURWAHIDAH
Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas Prof Dr Ir Amran Achmad membawakan materi pada sosialiasi desain tapak pengelolaan parawisata alam Taman Nasional Taka Bonerate Selayar di Hotel Reyhan Square, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas Prof Dr Ir Amran Achmad membawakan materi pada sosialiasi desain tapak pengelolaan parawisata alam Taman Nasional Taka Bonerate Selayar di Hotel Reyhan Square, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/12/2018).

Dihadiri Kepala Balai TNTBR Selayar Faat Rudhianto, kepala SPTN Wilayah II Jinato, Abd Rajab, asisten III Selayar, mewakili dandim 1415 Sertu Idrus, kepala Dinas Penamaan Modal Selayar, kepala Desa Rajuni, serta peserta sosialisasi dam staf Balai TNTBR Selayar.

Imran Achmad mengatakan ekowisata merupakan perjalanan wisata berbasiskan alam di mana kegiatannya sangat tergantung kepada alam, sehingga lingkungan, ekosistem, dan kearifan-kearifan lokal yang ada didalamnya harus dilestarikan.

"Ekowisata pada kawasan konservasi, kawasan konservasi dapat memberi menfaat untuk ekowisata namun harus dipastikan bahwa managemen pengelolaan harus dipastikan tetap berkelanjutan, menarik kerana area alami bernilai tinggi dan ada ikon parawisata," kata Imran Achmad.

Adapun strategi pengembangan kata dia, diantaranya pengelolaan kawasan ekowisata kelola dengan strategi sinergis, memadukan kepentingan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, mengedepankan kualitas obyek mengagumi dan menikmati atraksi alami, indah dan langka serta tentukan spesies unggulan sebagai obyek ekowisata dengan kriteria.

"Sedangkan interpetasi adalah seni untuk menerangkan tempat atau posisi manusia ( pengunjung) di dalam lingkungannya , meningkatkan kesadaran pengunjung tentang pentingnya hubungan antara manusia dan lingkugannya dan menumbuhkan keinginan untuk menyumbangkan sesuatu terjadap kelestarian," kata Imran Achmad .

Menurutnya interpetasi harus mengaplikasikan pendidikan konservasi, ekologi atau pengelolaan blosfer uang dapat memberi manfaat secara berkelanjutan bagi genarsi sekarang sambil menjaga potensinya agar dapat memenuhi kebutuhan generasi yang akan datang.

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved