Buka Sosialisasi Stunting, Priska Ingatkan Dampak Buruknya

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita membuka Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting se-Kecamatan Bontonompo

Buka Sosialisasi Stunting, Priska Ingatkan Dampak Buruknya
Humas Pemkab Gowa
Ketua Tim Penggerak PKK Gowa Priska Paramita membuka Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ari Maryadi

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita membuka Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting se-Kecamatan Bontonompo di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Senin (3/12/2018).

Di hadapan seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Bontonompo, Priska menjelaskan Stunting adalah sebuah kondisi tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.

Baca: Pemprov Sulsel, Australia, dan Unhas Kolaborasi Dalam Pembangunan Daerah

Baca: Skor 0-0, Live Streaming Vidio.com Indosiar Bhayangkara FC Vs PSM Makassar Tanpa Buffer

"Penyebab anak terkena stunting adalah faktor Gizi buruk dan faktor penyakit lain seperti Diare," kata Priska dalam rilis kepada Tribun Timur.

Penyakit Stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 30 persen dari anak yang normal.

"Perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujar Priska.

Selain masalah Stunting, Priska menyampaikan 2 hal penting yang menjadi masalah dalam masyarakat Gowa saat ini.

Yaitu, masalah penyakit TBC dan Imunisasi MR (Measles Rubella).

Ketiga hal ini merupakan program prioritas yang harus kita laksanakan sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Diakhir sambutannya, Priska berharap kiranya seluruh masyarakat Bontonompo berkomitmen untuk mencegah Stunting.

Baca: Marak Transaksi Narkoba, Tim Elang Polrestabes Makassar Ciduk Tiga Warga di Jl Gotong

Baca: Lagi, Sidang Nahkoda KM Arista yang Menewaskan 17 Penumpang Ditunda

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Muhammad Asrul juga menambahkan bahwa saat ini Gowa sudah berada di peringkat ke-12 dari 24 Kabupaten/Kota se- Sulsel penderita Stunting.

Tahun 2019 mendatang semua penderita Stunting harus terdeteksi sedini mungkin dan segera ditangani karena ini menjadi prioritas dalam APBD Desa.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved