Bahar Ngitung: Lovely December Toraja Itu Sudah Jadi Brand Wisata Nasional

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengganti nama event tahunan plus ikon pariwisata Sulawesi Selatan, Lovely December menjadi Kemilau Toraja

Bahar Ngitung: Lovely December Toraja Itu Sudah Jadi Brand Wisata Nasional
dok_tribun-timur
Bahar_Ngitung_DPD_RI_2018 

"Lovely December" adalah brand pariwisata Sulsel justru sebaiknya dipelihara dan dipromosikan lebih intens oleh pemerintah provinsi.

TRIBUN–TIMUR.COM, MAKASSAR --  Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (55 tahun), mengganti nama event tahunan sekaligus ikon pariwisata Sulawesi Selatan, Lovely December menjadi Kemilau Toraja 2018.

Informasi perubahan nama event wisata yang digagas di tahun pertama pemerintahan Gubernur Ke-7 Sulsel (2008-2018) Syahrul Yasin Limpo (63 tahun) ini, disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara (58 tahun) kepada Tribun Toraja, Minggu (2/12/2018).

Baca: Lovely December Diubah Menjadi Kemilau Toraja Atas Permintaan Nurdin Abdullah

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulsel periode 2009-2018, Bahar Ngitung (61 tahun) pun menyayangkan keputusan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (55 tahun) yang mengganti nama event promosi wisata tahunan, Lovely December menjadi Kemilau Toraja 2018.

Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar ini menyebutkan selama satu dekade terakhir, Lovely December sudah menjadi merek dan brand promosi wisata alam dan budaya Toraja, yang mulai dikenal dunia dan pasar industri wisata domestik.

Baca: TRIBUNWIKI: Sejarah Lovely December Program Andalan SYL, Sekarang Diganti Kemilau Toraja Era NA

"Membangun brand itu butuh waktu, Lovely December sudah jadi event internasional, sebaiknya justru dikembangkan lagi, bukan justru menggantinya," ujar Bahar Ngitung yang dimintai komentar tdi sela-sela nonton bareng laga Bhayangkara FC dan PSM Makassar di Carita Launge, Hotel Claro, Makassar, Jl AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Senin (3/12/2018) tadi malam.

Baca: Bahar Ngitung Putuskan Tak Maju DPD RI Lagi

Bahar yang juga dua periode menjadi senator Sulsel di DPD dan MPR-RI (2014- 2018) ini, juga menyebutkan "Lovely December" adalah brand pariwisata Sulsel justru sebaiknya dipelihara dan dipromosikan lebih intens oleh pemerintah provinsi.

Calon anggota legislator DPR-RI dari Partai Demokrat di Dapil 1 Sulsel ini, bahkan mengingatkan ungkapan "Jangan Mati Sebelum ke Toraja," yang dipopulerkan Syahrul tahun 2010 lalu, sudah menjadi adagium pariwisata warga dan aparat negara Toraja, satu dekade terakhir.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, juga menanggapi penggantian nama itu dengan nada datar dan sarat pesan mendalam. “Saya orang Bugis - Makassar. Sifat kita saling timang dan (saling) bantu yang senior.” ujar Syahrul usai membuka dan ceramah di acara Kursus Pembina Pramuka Perguruan Tinggi bersama Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Husain Syam MTp di Menara Phinisi UNM Jl AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (3/12/2018) siang.

Syahrul Yasin Limpo menghadiri Kursus Pembina Pramuka Perguruan Tinggi di Menara Phinisi UNM, JL AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (3/12/2018) siang
Syahrul Yasin Limpo menghadiri Kursus Pembina Pramuka Perguruan Tinggi di Menara Phinisi UNM, JL AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (3/12/2018) siang (thamzil/tribun)

Baca: Reaksi SYL Kala Nurdin Abdullah Ganti Lovely December Jadi Kemilau Toraja

Syahrul yang juga Ketua Umum Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sulsel, juga berharap sebaiknya gubernur saat ini melanjutkan sikap saling menghargai itu seharusnya tetap dijaga, dihargai agar bisa jadi contoh bagi generasi selanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved