Fraksi Gerinda DPRD Toraja Utara Minta 10 Persen APBD 2019 untuk Bidang Keagamaan

usulan tersebut adalah keharusan, karena Toraja Utara adalah daerah religius, kerukunan agama dan pembinaan sangat penting dilestarikan

Fraksi Gerinda DPRD Toraja Utara Minta 10 Persen APBD 2019 untuk Bidang Keagamaan
yultin rante/tribuntoraja.com
Ketua DPRD Toraja Utara Stevanus Manganta (45) saat ditemui tribuntoraja.com, di Kantor DPRD Toraja Utara, Rantepao, Jumat (22/1/2016). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Fraksi Gerindra DPRD Toraja Utara meminta kepada Pemda agar mengalokasikan 10 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 untuk peningkatan pengembangan agama.

Hal itu disampaikan dalan rapat paripurna pemandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD dan nota keuangan tahun anggaran 2019 di Ruang Paripurna, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (29/11/2018).

Anggota Fraksi Gerinda, Israel Makole mengatakan, usulan tersebut adalah keharusan, karena Toraja Utara adalah daerah religius, kerukunan agama dan pembinaan sangat penting dilestarikan sehingga terbina dengan baik.

Ditambahkan, Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra Stevanus Mangatta menjelaskan bahwa, sejak 10 tahun berdirinya Kabupaten Toraja Utara belum pernah mengalokasikan dana peningkatan pengembangan agama.

"Ini terobosan terbaik yang disampaikan fraksi gerinda, maka demikian proposal dari berbagai gereja dan masjid sifatnya pribadi ke Pemda dan seharusnya menyiapkan anggaran ini," tutur Stevanus, Jumat (30/11/2018).

Dijelaksan pula bahwa, Toraja Utara memiliki agama Protestan, Kristen Protestan, Katolik, Islam bahkan agama aluk ta (Aluk To Dolo) namun, dengan dana APBD 10 persen tujuannya untuk pembinaan non fisik maupun peningkatan gedung gereja, masjid dan lainnya sehingga semua agama perlu dibantu.

"Saya kira Pemda sudah tahu teknisnya, agar semua agama serta rumah ibadah bisa tercover dengan anggaran tersebut," tambahnya.

Stevanus menjelaskan, pengalaman sebelumnya, proposal banyak yang tidak dilayani sepenuhnya dan jika 50 persen nanti PAD dihibahkan berarti ada 5 Milyar yang dicanangkan oleh Pemda untuk pengembangan agama secara profesional.

"Semua hak teknis ada di Pemda dan kami akan mengawasinya, fraksi gerinda perjuangkan ini untuk kepentingan semua umat beragama, dan kami berharap Pemda bisa merealisasikan itu," tutup Stevanus.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved