VIDEO: Alasan Warga Beroangin Polman Tolak Pembangunan Lahan Peternakan Sapi

Koordinator Masyarakat Mammesa, Jalaluddin, mengaku heran dengan klaim yang dilakukan oleh pemerintah.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Masyarakat Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, tetap akan menolak pembangunan instalasi peternakan sapi yang akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulbar.

Meski dalih pemerintah yang mengklaim lokasi yang akan dibangun itu adalah kawasan Hutan Produksi Terbatas HPT), masyarakat tetap tidak menerima, karena sebagian besar wilayah itu sudah sejak lama dikelola oleh masyarakat.

Koordinator Masyarakat Mammesa, Jalaluddin, mengaku heran dengan klaim yang dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya, mengapa baru kali ini wilayah yang selama ini di kelola rakyat itu masuk dalam HPT.

"Kalau sejak lama sudah dinyatakan bahwa itu kawasan hutan, surat kami itu ditandatangani, disitu tidak ada kata bahwa dialih fungsikan. Akta jual beli semua ada dan ditandatangani oleh pemerintah," terangnya.

"Kenapa tidak dari dulu-dulu kami diberi tau kalau itu merupakan kawasan hutan. Kenapa nanti ada proyek itu baru disebut itu kawasan hutan, dulu - dulu tahun 90an tidak ada," sambungnya.

Jalaluddin mengatakan, kehidupan masyarakat sejauh ini sudah tercukupi dengan mengelola lahan. Kalau proyek peternakan tetap akan dilaksanakan tiada kata lain adalah masyarakat akan bertahan.

"Mau diapakan keluarga kami, anak - anak kami mau sekolah, mereka butuh pakaian, makanan. Kita ini sudah merasa sejahtera begini, tapi kayanya kita ini mau dimatikan pemerintah,"

"Kami tidak akan setuju, sampai tetes darah penghabisan kami akan bertahan, mobil ambil tanah saja kami akan larang, apalagi sejengkal," ujarnya. (*)

SIMAK VIDEONYA DI SINI:

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Nurhadi
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved