Rilis Kasus Om Perkosa Ponakan, Kapolres Jeneponto: Pelakunya Biadab

Modus yang dilakukan pelaku, jelas kapolres, yaitu mengajak korban ke pasar malam di Lapangan Passamaturukang (Pastur) untuk membeli pakaian.

Rilis Kasus Om Perkosa Ponakan, Kapolres Jeneponto: Pelakunya Biadab
ikbal/tribunjeneponto.com
Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto memimpin press release di kantor Polres Jeneponto 

Laporan Wartawan TribunJeneponto, Ikbal Nurkarim

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU  - Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto, melakukan press release kasus pemerkosaan yang dilakukan BS (45), terhadap ponakannya yang masih berusia 14 tahun, di Markas Polres Jeneponto, Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Kamis (29/11/2018) siang.

Hery menjelaskan, BS ditangkap ditempat persembunyiannya di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, Sabtu (24/11/2018) .

"Dengan adanya laporan terkait kasus pencabulan yang terjadi pada 13 November 2018, tim kita bergerak cepat. Dan alhamdulillah pelaku berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di Polman Sulawesi Barat," ungkap Hery Susanto.

"Dalam pelariannya, pelaku bersembunyi di rumah temannya yang berada di Kecamatan Polewali," tambah Hery.

Modus yang dilakukan pelaku, jelas kapolres, yaitu mengajak korban ke pasar malam di Lapangan Passamaturukang (Pastur) untuk membeli pakaian.

"Jadi, BS mengajak korbannya ke Pastur untuk membeli pakaian. Setelah membeli pakaian korban diajak pulang namun di perjalanan BS pura-pura motornya rusak," ungkap Hery.

"Dari situ, BS mengajak korbannya ke sebuah rumah kebun lalu melancarkan aksinya mencabuli ponakannya sendiri," sambungnya.

Setelah melakukan aksinya pelaku mengantar korbannya pulang lalu melarikan diri," ungkapnya.

"Perbuatan BS sangat biadab dan tidak manusiawi. Seharusnya dia yang menjaga korban karena ponakannya malah dia yang mencabulinya," kata Hery.

Barang bukti yang diamankan Polres Jeneponto yaitu sepeda motor pelaku dan pakaian yang berisi bercak darah korban.

BS dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda 36 juta. 

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved