Penetapan APBD Enrekang 2019 Terancam Molor, Legislator Hanura Salahkan Bupati

Penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 Kabupaten Enrekang terancam molor.

Penetapan APBD Enrekang 2019 Terancam Molor, Legislator Hanura Salahkan Bupati
aZIS ALBAR
Anggota Komisi III DPRD Enrekang, Andi Hendra 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 Kabupaten Enrekang terancam molor.

Pasalnya, Pemkab Enrekang baru memasukkan draft usulan APBD 2019 ke DPRD Enrekang pekan ini.

Sehingga pembahasan APBD 2019 Kabupaten Enrekang baru mulai dibahas Senin (26/11/2018) lalu di DPRD Enrekang.

Anggota Komisi III DPRD Enrekang, Andi Hendra pun mengakui penetapan APBD 2019 terancam molor.

Padahal, sesuai aturan Kemendagri penetapan APBD 2019 di setiap daerah harus diselesaikan paling lambat akhir Nopember 2019.

"Iya ini agak lambat memang bahkan bisa molor pembahasannya, karena kita baru mulai dibahas Senin kemarin, artinya baru empat kali dilakukan rapat pembahasan," kata Andi Hendra kepada TribunEnrekang.com, Kamis (29/11/2018).

Legislator Hanura Enrekang ini menjelaskan, lambatnya pembahasan APBD 2019 dilakukan karena pihak eksekutif lambat memasukkan draft usulannya ke DPRD untuk dibahas.

Padahal idealnya, pembahasan APBD 2019 sudah mulai dilakukan sejak awal Oktober 2018 kemarin.

"Tapi ini baru dimulai akhir bulan atau jelang deadline jelas sangat terlambat, jadi kalau sampai molor berarti eksekutif siap-siap kena sanksi dari Mendagri tak terima gaji enam bulan, karena gara-gara mereka penetapan APBD molor," ujar Ketua Hanura Enrekang ini.

Andi Hendra menduga pihak eksekutif sengaja lambat memasukkan draft APBD 2019 ke DPRD untuk dibahas agar para legislator tak punya waktu yang cukup untuk mencermati secara detail draft yang diajukan.

"Kalau saya lihat ini, pihak eksekutif sengaja lambat masukkan draft APBD 2019 supaya kita disini tak punya waktu lalu untuk cermati anggaran yang mencurigakan di dalam draftnya," tuturnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved