Soal Polemik Lokasi Peternakan di Beroangin Polman, Ini Kata Gubernur Sulbar

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) menyebut penolakan pembanbangunan lokasi pengembangan peternakan hanya dilakukan oleh warga pendatang.

Soal Polemik Lokasi Peternakan di Beroangin Polman, Ini Kata Gubernur Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) klaim, penolakan pembanbangunan lokasi pengembangan peternakan sapi unggul dan hijauan pakan ternak di Desa Beroangin, Kabupaten Polman, hanya dilakukan oleh warga pendatang.

"Masyarakat asli Beroangi tidak ada yang mempermasalahkan. Hanya pendatang saja yang mempermasalahkan,"kata Ali Baal kepada wartawan di d'Maleo Hotel Mamuju, Senin (26/11//2018) lalu.

Meski demikian, Ali Baal mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait manfaat pembangunan lokasi pengembangan peternakan sapi unggul itu.

Baca: Link Pengumuman Hasil SKD & Peserta SKB CPNS Kemenag 2018, Lihat Pula Bocoran Materi Tes SKB Kemenag

Baca: Tes Kepribadian: Cara Pegang Handphone Bisa Ungkap Sifat dan Karakter Sesungguhnya, Kamu yang Mana?

Baca: Hasil Liga Champion Hari Ini: Umpan Menawan Cristiano Ronaldo Antark Juventus ke Babak 16 Besar

"Kita masih akan turun berikan pemahaman masyarakat. Nanti kita akan buka-bukaan dengan petani, kalau memang ada sertifikanya tentu kita akan ganti tugi,"kata mantan Bupati Polman dua periode itu.

"Saya kira kita tidak akan rugikan rakyat. Adapun masyarakat, itu kita akan bina cara pelihara sapi yang baik, karena yang kita akan pelihara bukan sapi biasa,"tambah Ali.

Menurutnya, masyarakat akan dibina, sebab jika hanya dilepaskan begitu saja kepada masyarakat, bisa tidak akan berkembang sapi yang akan didatangkan kurang lebih 250 ekor.

"Insyaallah nanti akan baik. Jadi kita taro disitu karena Dirjen di Kementerian Pertanian sendiri yang pilih diantara lahan yang ada. Sudah tumbuh makanannya kok. Tinggal rumputnya yang akan kita godok bagaimana caranya tidak mati kalau diinjak sapi,"ujarnya.

Dikatakan, proses pembangunan tersebut mempersiapkan kurang lebih 2.000 Ha. Bahkan,akan masih ada lokasi lain yang akan digarap.

"Yah kita syukurilah saya ini. Karena Kementerian Pertanian mau memberikan kita, maka kita harus dukung ini,"tuturnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved