Soal Baliho Paku Pohon, Bawaslu Sidrap Sudah Larang Caleg

Maraknya baliho di Kabupaten Sidrap yang dipasang dengan memaku pohon, menuai sorotan ragam kalangan.

Soal Baliho Paku Pohon, Bawaslu Sidrap Sudah Larang Caleg
fanpage Bawaslu Kab Sidrap)
Bawaslu Kabupaten Sidrap

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, M Haris Syah

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE -- Maraknya baliho di Kabupaten Sidrap yang dipasang dengan memaku pohon, menuai sorotan ragam kalangan.

Bahkan bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2018, hanya segelintir caleg yang bersedia menurunkan balihonya yang terpaku di pepohonan.

Baca: FOTO: Diler Mitsubishi Gelar Jumpa Pers Pameran Mitsubishi Motors Auto Expo 2018

Baca: BREAKING NEWS: DPRD-Pemprov Sulsel Tetapkan Gaji Guru Honorer Rp 10 Ribu per Jam

Lalu bagaimana tanggapan Bawaslu Sidrap selaku pengawas ?

Ketua Bawaslu Sidrap Asmawati Salam menegaskan, caleg memang tidak dibolehkan memasang balihonya di pohon.

"Yah kami memang di Bawaslu melarang caleg pasang APK (alat peraga kampanye, red) di pohon," katanya kepada TribunSidrap.com.

Asmawati juga balik menanyakan apakah Pemkab Sidrap telah memiliki peraturan daerah (perda) tentang larangan memaku pohon.

Baca: VIDEO : Masyarakat Toraja Minta MA Batalkan Putusan PN Makale Terkait Sengketa Lapangan Gembira

Baca: Wiljan-Klok Training Bareng Fans dan Media

Sebelumnya, pantauan TribunSidrap.com sejumlah ruas jalan masih ditemukan pohon dipenuhi baliho. Bahkan satu pohon bisa dipakui 3-4 lembar baliho.

Hanya Caleg DPRD Sulsel Syahruddin Alrif yang berkenan menurunkan sejumlah balihonya yang dipasang dengan paku di Rappang, Kecamatan Panca Rijang. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: M haris syah
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved