Aliansi Masyarakat Toraja Desak MA Batalkan Putusan PN Makale

Terkait kasus sengketa kawasan Lapangan Gembira, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,

Aliansi Masyarakat Toraja Desak MA Batalkan Putusan PN Makale
amiruddin/tribunsidrap.com
Sejumlah warga Toraja yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja menggelar aksi damai, Rabu (28/11/2018). Aksi damai tersebut terkait kasus sengketa kawasan Lapangan Gembira, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja, menggelar aksi damai terkait kasus sengketa kawasan Lapangan Gembira, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (28/11/2018).

Peserta aksi damai tersebut, start di Balla Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, menuju titik aksi di Pengadilan Tinggi Makassar, Jl Jenderal Urip Sumoharjo.

Peserta aksi merupakan gabungan masyarakat, pelajar dan mahasiswa asal Toraja Utara.

Baca: Link Pengumuman Hasil SKD & Peserta SKB CPNS Kemenag 2018, Lihat Pula Bocoran Materi Tes SKB Kemenag

Baca: Tes Kepribadian: Cara Pegang Handphone Bisa Ungkap Sifat dan Karakter Sesungguhnya, Kamu yang Mana?

Baca: Hasil Liga Champion Hari Ini: Umpan Menawan Cristiano Ronaldo Antark Juventus ke Babak 16 Besar

Massa aksi mendesak Mahkamah Agung RI, membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Makale dan Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, yang memenangkan ahli waris alm H Ali dan Hj Samate (disebut sebagai penggugat).

Penggugat diketahui mengklaim kawasan Lapangan Gembira (objek sengketa) sebagai miliknya, sehingga menggugat Pemkab Toraja Utara (disebut sebagai tergugat).

Dalam gugatan tersebut, Pemkab Toraja Utara dinyatakan kalah dalam putusan PN Makale dan PT Makassar belum lama ini.

"Saat ini Pemkab Toraja Utara tengah melakukan upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung RI. Makanya kami meminta Mahkamah Agung RI, menimbang kembali dan membatalkan putusan PN Makale dan PT Makassar yang memenangkan penggugat," kata jenderal lapangan aksi damai tersebut, Afner Rerung, kepada tribuntimur.com.

Afner juga meminta Mahkamah Agung RI memperhatikan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Toraja.

Apalagi kata dia, tanah yang menjadi objek sengketa tersebut merupakan tanah adat.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved