Inflasi Sulsel Oktober 2018 Sebesar 0,27 Persen, Lebih Rendah dari Nasional 0,28 Persen

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota

Inflasi Sulsel Oktober 2018 Sebesar 0,27 Persen, Lebih Rendah dari Nasional 0,28 Persen
HANDOVER
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR -Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/11).

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Forkopimda Sulsel, bupati dan wali kota se Sulsel serta unsur pihak yang tergabung di TPID.

Baca: Sweeping, Satlantas Polres Luwu Utara Tilang 24 Pengendara

Baca: BREAKING NEWS: Warga Eks Jl Racing Center Keluhkan Pengerjaan Saluran Pembuangan Baru!

High Level Meeting Tim Pengendalain Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran strategis dalam tataran kebijakan pengendalian inflasi.

Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Pada pertemuan tersebut, NA meminta kepada semua unsur terkait untuk menangani inflasi dimulai dari hulu.

Dijelaskan oleh NA bahwa, kenaikan harga bahan pokok karena ada distorsi antara persediaan bahan pokok dengan kebutuhan masyarakat. Belum lagi harga di petani dan pedagang yang jauh berbeda. Data yang valid sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk membuat kebijakan yang tepat.

"Jujur saja kita belum punya data base tentang pangan, tentang komoditas kita," sebutnya, via rilis ke tribun-timur.com.

Ia juga meminta tim TPID harus terlibat dalam semua proses, TPID harus kerja dari hulu ke hilir. Sehingga persoalan dapat diketahui lebih komprehensif dan solusi dapat diambil.

"Dari dahulu kita selalu rapat TPID hanya bahas harga tapi tidak menyentuh penyebab kanaikan harga," jelas Nurdin Abdullah.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved