Tahun Depan, Pelaku Usaha di Enrekang Wajib Bayar Zakat

Dalam sosialisasi yang bertema optimalisasi peran dan sinergi Baznas Enrekang dalam perwujudan visi misi Emas itu, Muslimin Bando

Tahun Depan, Pelaku Usaha di Enrekang Wajib Bayar Zakat
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Bupati Enrekang, Muslimin Bando membuka sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2015 dan Perbup Nomor 8 Tahun 2016 tentang pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah bagi para pelaku usaha di pendopo rujabnya, Kelurahan Juppadang, Senin (26/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Bupati Enrekang, Muslimin Bando membuka sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2015 dan Perbup Nomor 8 Tahun 2016 tentang pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah bagi para pelaku usaha di pendopo rujabnya, Kelurahan Juppadang, Senin (26/11/2018).

Dalam sosialisasi yang bertema optimalisasi peran dan sinergi Baznas Enrekang dalam perwujudan visi misi Emas itu, Muslimin Bando menekankan tidak boleh ada kebijakan yang diskriminatif pemerintah terhadap pelaku usaha ataupun profesi tertentu di Enrekang.

Termasuk dalam hal peraturan zakat, jika selama ini hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipotong gajinya untuk bayar zakat, maka mulai tahun depan para pelaku usaha di bidang kontraktor juga harus berzakat.

"Jadi mulai tahun depan juga pelaku usaha atau kalangan kontraktor juga harus bayar zakat dari keuntungan bersih nilai proyeknya," kata Muslimin Bando, Senin (26/11/2018).

Menurut Muslimin, kewajiban para pengusaha kontraktor untuk bayar zakat memang telah diatur dalam Perda dan Perbup.

"Jadi keuntungan bersih dari proyek mereka harus ada zakatnya minimal 2,5 persen, jadi kita tak tentukan nilainya, sebab mereka sendiri yang menentukan jumlahnya didasarkan pada kejujuran mereka," ujar Muslimin Bando.

Ia menjelaskan, aturan kewajiban membayar zakat bagi kontraktor tersebut bakal menjadi persyaratan pencairan dana proyek yang dikerjankannya di BPKD nantinya.

"Jadi kalau mau mencairkan dananya, para kontraktor harus melampirkan bukti pembayaran zakatnya," tutur Muslimin.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka diharapkan dana zakat yang dikumpulkan oleh Baznas Enrekang bisa makin besar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan di Enrekang.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved