Wisata Religi Patung Bunda Maria di Mamasa

Patung bunda maria menjadi salah satu objek wisata rohani yang terletak di Mamasa, Sulawesi Barat.

Wisata Religi Patung Bunda Maria di Mamasa
Herson
Wisata Religi Patung Bunda Maria di Mamasa 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Patung Bunda Maria menjadi salah satu objek wisata rohani yang terletak di Mamasa, Sulawesi Barat.

Menurut Pastor Oktovianus Tandilolo (35) asal toraja, awal terbentuknya Patung Bunda Maria di Mamasa berawal dari kerinduan Pastor Alex Maitimo akan sebuah tempat doa di Mamasa.

Pastor Alex juga melihat moralitas kehidupan masyarakat berkurang. Terlebih peran kaum perempuan Mamasa yang dianggap sebelah mata.

Ia kemudian menggagas dibangunnya Patung Bunda Maria sebagai simbol perempuan suci yang menjadi bunda sang penyelamat di Bukit Pena, Mamasa.

"Patung tentu saja simbolisasi kehadiran bukan tempat penyembahan tapi simbolisasi kehadiran Bunda Maria disitu yang kemudian menjadi tempat doa serta menjadi tempat untuk memberi penghormatan kepada Maria yang diharap menjadi pelindung masyarakat Mamasa," jelas Oktovianus.

Patung Bunda Maria di Mamasa pun disebut-sebut sebagai patung Bunda Maria terbesar di Indonesia dengan tinggi mencapai 12 meter.

Salah satu pengelola, Herman menambahkan, sejak berdirinya patung besar ini antusias baik, umat lokal maupun yang di luar dari Paroki Santo Petrus Mamasa.

"Pengunjungnya tak menentu, sekitar 10 sampai 20 orang per hari. Jadi dalam 1 minggu itu 50 sampai 100 an orang," tambahnya.

Ia juga menyebut, Patung Bunda Maria tak hanya dikunjungi umat Katolik, tapi juga umat dari gereja Protestan  untuk melaksanakan ibadah.

Tak ada retribusi khusus yang ditarik dari pengunjung. Pengunjung bisa memberi beberapa pun sebagai biaya pemeliharaan.

"Cuma akhir-akhir ini karena sudah ada semacam OMK (Orang Muda Katolik) atau pemuda Katolik yang tinggal di atas, yang melihat pengunjung atau mengelola dibebankan biaya parkir 5.000 dan untuk mobil 10.000," jelasnya.(*)

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved