citizen reporter

UNDP Bahas Pendidikan Agama Asia Tenggara untuk Generasi Milenial di Era Industri 4.0

Menteri Agama RI RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, pendidikan agama di Asia Tenggara harus mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan toleransi

UNDP Bahas Pendidikan Agama Asia Tenggara untuk Generasi Milenial di Era Industri 4.0
dok.tribun
Pembukaan Regional workshop on Religious Education and Prevention of Violent Extremism in Diverse Societies in Southeast Asia: Lessons Learned and Best Practices di Ayana Midplaza Hotel Jakarta, Indonesia, 22 November 2018. 
Muhammad Ikhsan (kanan), 
Ketua AGPAII Sulsel
Muhammad Ikhsan (kanan), Ketua AGPAII Sulsel (dok.tribun)

Muhammad Ikhsan
Ketua DPW AGPAII Sulsel/Sekjend DPP AGPAII
Melaporkan dari Jakarta

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASAR - Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sulsel diundang menghadiri acara salah satu Badan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), United Nations Development Program (UNDP), di Jakarta.

UNDP bekerjasama dengan PPIM UIN Jakarta menggelar ”Regional workshop on Religious Education and Prevention of Violent Extremism in Diverse Societies in Southeast Asia: Lessons Learned and Best Practices” di Ayana Midplaza Hotel Jakarta, Indonesia, 21-23 November 2018.

Workshop tersebut diikuti oleh negara-negara Asia tenggara: Indonesia, Thailand, Philipina, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, dan Nyanmar.

Keikutsertaan AGPAII dalam workshop ini merupakan bukti pengakuan terhadap eksistensi AGPAII secara nasional dan internasional sebagai organisasi yang mempunyai peran strategis terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan keagamaan di sekolah dalam menangkal paham radikal.

Kegiatan diikuti 300 peserta yang terdiri dari pemerintah, akademisi, peneliti, dan praktisi dari negara-negara Asia Tenggara tersebut yang akan membahas penyelenggaraan hasil penelitian terkait radikalisme dan pendidikan agama serta pengembangan pendidikan agama yang moderat di kawasan Asia Tenggara untuk generasi milenial di era industri 4.0.

Workshop dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang diwakili Prof Oman Fathurrahman. Dalam Sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan, pendidikan agama di Asia Tenggara harus mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan toleransi. Nilai ini harus diaplikasikan secara moderat dalam kehidupan global yang beragam dalam membendung paham radikal dan ektrimisme”.

Pertemuan ini sangat membantu para praktisi pendidikan agama Islam dan khususnya bagi AGPAII untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi penerapan pendidikan Islam di sekolah serta dapat dijadikan masukan untuk menentukan visi misi serta pengembangan AGPAII ke depan.

Kegiatan ini dapat menambah pengalaman dan wawasan secara global terkait penerapan pendidikan agama dalam menangkal paham radikal di lingkungan lembaga pendidikan karena diikuti oleh pemerintah, akademisi, peneliti, praktisi pendidikan agama, NGO Pendidikan dan media se Asia Tenggara.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari yaitu 21-23 November 2018 dan materi akan disampaikan secara langsung dan pararel oleh pakar, akademisi dan peneliti internasional.

Hadir juga Ketum DPP AGPAII Mahnan Marbawi MA dan 8 ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPW AGPAII) yaitu DPW Jabar, Jatim, Sumatra Barat, Kaltim, Kalsel, Jambi, Maluku Utara, dan Banten.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved