Ingin ke Inggris?Komite Nasional London Book Fair Cari Penulis dan Penerbit

Komite Nasional Pelaksana Persiapan Market Focus Country London Book Fair 2019 menggelar sosialisasi, di Lariz Wthree Hotel, Jl Lagaligo, Makassar

Ingin ke Inggris?Komite Nasional London Book Fair Cari Penulis dan Penerbit
HANDOVER
Komite Nasional Pelaksana Persiapan Market Focus Country London Book Fair 2019 menggelar sosialisasi, di Lariz Wthree Hotel, Jl Lagaligo, Makassar, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komite Nasional Pelaksana Persiapan Market Focus Country London Book Fair 2019 menggelar sosialisasi, di Lariz Wthree Hotel, Jl Lagaligo, Makassar, Rabu (21/11/2018).

Sosialisasi ini untuk mencari 30 orang penulis dan penerbit untuk mengikuti London Book Fair (LBF) 2019 di London, Inggris, 12-14 Maret mendatang.

Baca: Kepada Ustadz Abdul Somad (UAS), Syahrini Akhirnya Ungkap Alasan Belum Berhijab hingga Kini

Baca: FT UMI Punya Mata Kuliah Enterpereneurship, Sudah Hasilkan 11 Produk

London Book Fair adalah pameran perdagangan buku besar yang diadakan setiap tahun, di London, Inggris.

LBF adalah pasar global untuk negosiasi hak dan penjualan dan distribusi konten di seluruh saluran cetak, audio, TV, film, dan digital.

Saat ini, 12 penulis telah terpilih untuk ikut LBF 2019, yakni Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S. Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri.

Koordinator Bidang Promosi Literasi dan Lisensi Hak Cipta Komite Buku Nasional, Nung Atasana mengatalam, Indonesia akan punya perhelatan lagi sebagai market focus council di LBF 2019.

Kali ini penyelenggaranya adalah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kemendikbud yang dalam hal ini melalui Komite Buku Nasional.

"Karena ini adalah kegiatan nasional, kita usahakan supaya ada sosialisasi di beberapa tempat. Pertama Jawa Barat, lalu Sumatera Barat, DIY dan Jawa Tengah, lalu hari ini Makassar, dan terakhir nanti di Jawa Timur dan Bali," kata Nung.

Nung mengatakan, meski sosialisasi dinilai terlambat akibat faktor teknis, namun menurutnya sosialisasi ini penting dilakukan untuk melibatkan berbgai penulis dan penerbit.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved