Warga Buat Petisi Bersihkan dan Benahi Trotoar Sekeliling Masjid Al Markaz Al Islamy Makassar

Petisi ini dibuat tokoh NU Sulsel KH Hasyim Aidid, atas nama warga Makassar.

Warga Buat Petisi Bersihkan dan Benahi Trotoar Sekeliling Masjid Al Markaz Al Islamy Makassar
dok.tribun
Petisi yang dibuat Sekretaris Yayasan Al Markaz Jenderal M Jusuf, Husain Abdullah, dan mulai beredar di Hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Selasa (20/11/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu petisi memilukan terbit dan diedarkan di media sosial, Selasa (20/11/2018). Hingga pukul 16.17 wita, petisi ini sudah ditandatangani 401 orang.

Petisi itu dibuat oleh seorang warga Makassar yang juga tokoh Nahdlatul Ulama Sulsel KH Hasyim Aidid.

Sekretaris Pengurus Badan Pengelola Harian Mesjid Al Markaz Jenderal M Jusuf, Husain Abdullah menyambut haru petisi itu.

“Pengurus Badan Pengelola Harian Mesjid Al Markaz sudah berjibaku membersihkan mesjid dan halaman bahkan mengontrak khusus cleaning service terbaik ISS untuk menjaga kebersihan mesjid. Namun sayangnya, trotoar seputaran mesjid yang menjadi otoritas pemkot, tidak terjaga kebersihannya,” jelas Husain.

“Semoga petisi yg dipelopori Bapak Hasyim Aidid mengetuk kepedulian pemkot untuk menata dan menertibkan trotoar seputran mesjid kebanggaan warga Sulsel tersebut,” ujar Husain menambahkan.

Berikut pengantar petisi tersebut:
Trotoar sekeliling Masjid Al Markaz Al Islami Jendral M Yusuf sangat jorok dan kotor atau meminjam istilah makassarnya "rantasa." Hal ini disebabkan karena trotoar tersebut dipenuhi gubuk-gubuk kayu para penjual kaki lima (PKL), dan kegiatan tetap pencucian motor, penjual kelapa, dan lain-lain. Hal ini sangat tidak pantas mengingat trotoar adalah hak pejalan kaki, dan bahwa Masjid Al Markaz Al Islami adalah Masjid terbesar di kota Makassar bahkan di Propinsi Sulawesi Selatan dan merupakan kebanggaan ("Siri", martabat) seluruh ummat Islam Makassar/Sulawesi Selatan, yang harus terpelihara kebersihan dan keindahannya.

Petisi ini sangat urgen dan relevan disampaikan kepada Walikota Kota Makassar mengingat salah satu kampanye beliau dalam hal kebersihan kota adalah "Makassar tidak Rantasa" dan juga sering kita dengar semboyan jadikan "Makassar Kota Dunia." Kota Dunia trotoarnya lapang dan bersih untuk tempat pejalan kaki, dan landmark atau objek-objek utama sebuah kota seperti Masjid Al Markas Al-Islamy harus dijaga keindahannya.

Sayangnya keadaan diatas sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah Kota Makassar. Saya pribadi, Prof. Hasyim Aidid, yang kebetulan adalah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Selatan dan juga anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), pernah menyampaikan secara langsung kepada Bapak Walikota, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto sekitar dua tahun lalu (2016), namun sampai hari ini juga belum melihat perubahan apa-apa. Persoalan ini bahkan sudah pernah disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak tahun 2013 termasuk pada acara ulang tahun Al Markaz bulan Januari 2016 dimana disitu hadir Walikota.

Oleh karena itu, maka marilah sama-sama umat Islam dan warga kota Makassar, menggalang awareness untuk permasalahan ini, dan marilah kita meminta dengan segala hormat Walikota Kota Makassar dan juga Gubernur Sulawesi Selatan untuk segara mengambil tindakan nyata, pembersihan dan pembenahan trotoar sekeliling Masjid Al-Markaz Al-Islamy ini, dan seterusnya berfungsi menurut semestinya yaitu buat para warga kota pejalan kaki.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved