Mahasiswa Unsulbar Manfaatkan Peluang Bisnis di Arena Porprov Sulbar

Dalam kardus itu disusun rapi minuman es kelapa dan camilan kue tradisional. Itulah yang dijajakan keliling kursi tribun stadion.

Mahasiswa Unsulbar Manfaatkan Peluang Bisnis di Arena Porprov Sulbar
Edyatma Jawi/Tribunmajene.com
Mahasiswa Ilmu Hukum Unsulbar berjualan di arena Porprov Sulbar, Senin (19/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunmajene.com, Edyatma Jawi

TRIBUNMAJENECOM, MAJENE - Ada hal unik dibalik meriahnnya seremoni penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke III Sulbar di Majene, Senin (19/11/2018).

Di tengah kerumunan penonton terdapat tiga mahasiswa menjajakan makanan dan minuman.

Mereka membawa kardus yang digunting bagian atasnya.

Dalam kardus itu disusun rapi minuman es kelapa dan camilan kue tradisional. Itulah yang dijajakan keliling kursi tribun stadion.

Mereka adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Pedagang dadakan di tengah semarak pesta olahraga di Sulbar ini.

Satu diantara mahasiswa itu, Dahlia mengaku berjualan untuk mengumpulkan biaya kelompok belajar mereka. Hasilnya akan digunakan perlengkapan belajar lainnya.

"Ini Galang dana hasilnya untuk beli buku, papan tulis dan fasilitas lain," ucap Dahlia pada Tribun Timur.

Kata mahasiswa kelahiran 12 Agustus 1998 itu, galang dana dengan berjualan itu dilakukan bersama enam kawannya sesama mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Unsulbar.

Mereka bagi tugas. Beberapa diantaranya mencari bahan membuat makanan dan minuman. Mahasiswa lain bertugas memasak. Serta yang lain berjualan di arena Porprov.

Dahlia menyampaikan, penjualan makanan dan minuman itu dilakukan selama pelaksanaan Porprov Sulbar mulai 12 November lalu. Tiap harinya mereka berhasil mengumpulkan Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.

"Tapi lima hari kesini, karena misal ada waktu luang baru kira kesini lagi," katanya.

Dahlia menambahkan, kelompok belajar yang mereka bentuk bertujuan memanfaatkan waktu luang sambil mengejar ilmu. Menurut mahasiswa asal Tinambung, Polewali Mandar itu, belajar bukan hanya di bangku pendidikan.

"Kita sadar bahwa proses belajar di kelas itu tidak cukup. Jadi harus bisa diselingi pelajaran dari luar," tutupnya.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved