Tim FKG Unhas Periksa Sendi Rahang Murid SD Baraya

Tim yang diketuai Ardiansyah ini terdiri atas 10 dokter gigi dan 30 mahasiswa coass.

Tim FKG Unhas Periksa Sendi Rahang Murid SD Baraya
FKG Unhas
Tim FKG Unhas memeriksa sendi rahang murid di SD Baraya 1 Makassar, Sabtu (17/11/2018) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin berkunjung SD Baraya 1 dan SD Baraya 2 Makassar, Sabtu (17/11/2018).

Kunjungan tersebut dalam rangka memeriksa dan deteksi dini gangguan sendi rahang atau temporo mandibular joint(TMJ) pada anak usia dini.

Gangguan TMJ ini dapat terjadi pada anak usia dini yang menderita maloklusi berat sejak usia dini.

Karena itu pencegahan gangguan yang lebih parah dapat dilakukan melalui perawatan awal pemasangan splint pada anak yang terdeteksi maloklusi.

“Sebanyak 10 anak usia sekolah terdeteksi maloklusi yang menyebabkan gangguan TMJ,” tulis Ketua Tim FKG Unhas drg Ardiansyah S Pawinru SpOrt melalui rilisnya ke tribun-timur.com, Sabtu (17/11/2018).

Tim yang diketuai Ardiansyah ini terdiri atas 10 dokter gigi dan 30 mahasiswa coass.

Baca: TRIBUNWIKI: 10 Lokasi Penjualan Motor Bekas di Makassar beserta Alamat dan Nomor Teleponnya

Tim tersebut telah melakukan pencetakan untuk mendapatkan model studi untuk pembuatan splint dari sekitar 300 murid yang kita lakukan pemeriksaan pada kegiatan tersebut,”

Sementara ada sekitar 40 anak yang akan dilakukan tindakan pencegahan maloklusi lainnya seperti pencabutan gigi persistensi, mobile dan sisa akar, penambalan gigi, dan pembersihan karang gigi.

Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada 300 anak sekolah.

Tim FKG Unhas bersama murid di SD Baraya 1 Makassar, Sabtu (17/11/2018)
Tim FKG Unhas bersama murid di SD Baraya 1 Makassar, Sabtu (17/11/2018) (FKG Unhas)

Kegiatan ini berlangsung dalam 2 tahap. Tahap pertama pada 8 Agustus 2018 di SD Inpres Baraya 1 dan 2.

Pada tahap pertama ini dilakukan penyuluhan, screening, pemeriksaan dan pencetakan gigi anak serta pemberian informed concent untuk orangtua anak.

Sementara tahap kedua dilaksanakan pada 17 November 2018.

Baca: TRIBUNWIKI: 3 Tarian Khas Bugis Makassar, Beserta Tujuannya

Kegiatannya berupa pencabutan gigi, penambalan, pembersihan karang gigi serta pemasangan splint pada anak tersebut.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meminimalisir gangguan TMJ serta dampak dari gangguan TMJ tersebut yang kini telah mulai menyerang anak remaja dikarenakan potensi gangguan TMJ sejak anak pada usia dini dan tidak mendapatkan perawatan,” jelas Ardiansyah. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved