Hari Ini Terakhir, Drama Inspektur Jenderal 'Atawa' Hoax di Gedung Kesenian

Hari ini, Minggu 18 November 2018 adalah pementasan terakhir derama ber genre high komedi ini

Hari Ini Terakhir, Drama Inspektur Jenderal 'Atawa' Hoax di Gedung Kesenian
Nur Fajriani
Sinerji Teater Makassar Pentaskan Naskah Inspektur Jenderal “Atawa” Hoax di Jl Riburane, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (depan RRI), Jumat (16/11/2018) malam. 

Makassar, Tribun - Siinerji Teater Makassar kembali akan menyajikan pementasan drama dengan naskah pilihan Inspektur Jenderal (Hoax) di Gedung Kesenian Societte de Harmoni Jl Riburane, Makassar (depan RRI) ,Makassar.

Hari ini, Minggu  18 November 2018 adalah pementasan terakhir derama ber genre high komedi dengan pendekatan dramaturgi yang kuat, dimana pilihan ceritera menyoroti kenyataan kontestual disaat negara sedang digerogoti kasus korupsi dan hoax ini.

Demikian dijelaskan produser pementasan drama  Soeprato Budisantoso dalam latihan yang digelar beberapa waktu lalu.

 "Maksud dan tujuan dari pertunjukan pementasan ini untuk memperperkenalkan teater dunia ke publik Makassar dan melakukan studi sosial. Serta diskusi permasalahan korupsi, sejarah, gaya hidup hedonis dan fenomena penyebaran berita bohong atau hoax dalam persfektif pandangan solusinya melalui kesenian," ujarnya

"Disamping kita memperkenalkan naskah dunia ini sekaligus memproses suatu pembelajaran melalui kesenian adanya transfer ilmu dari yang senior ke junior," tuturnya

Sebanyak 17 pemain berlaga dalam panggung teater ini. Yakni  Soeprapto Budisantoso, Icha Faiza, Lulu Wa Ode, Andrian Chandra, Satria Trisaka, Andi Angung Iskandar, Ilham Suhandi, Fadly Ayatullah Sam, Syahril Patakaki, Lia Herlyana, Diana Fanora, Aang Abdul Fatah, Noel Putra Spanyol, Muhammad Idris, Lutfi Pradana, Egi Hadian Andui, Etty Qurniawaty Abidin.

Untuk mendapatkan tiket pementasan  ketiga bisa menghubungi 081277140678. Harga tiket untuk umum Rp 30 ribu dan khusus mahasiswa Rp 25 ribu.

Jalan cerita

SANG Wali Kota X marah-marah kepada kepala dinasnya. Ada kepala dinas kesehatan, kepala satuan polisi pamong praja, kepala dinas pendidikan, kepala dinas infokom, dan seorang kontraktor yang hadir dari rumahnya.

Perintah demi perintah meluncur dari bibirnya. Meminta perbaikan-perbaikan dalam hal pelayanan. Meminta hal-hal yang buruk bisa disembunyikan.

Halaman
12
Editor: Ina Maharani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved