Serahkan 60 Unit Meja Belajar, Kadis Pendidikan Kota Palu Apresiasi Kinerja Relawan

Ansyar Sutiadi mengapresiasi bantuan itu dengan menyebut bahwa dengan batuan tersebut, semangat anak-anak dalam belajar semakin meningkat.

Serahkan 60 Unit Meja Belajar, Kadis Pendidikan Kota Palu Apresiasi Kinerja Relawan - 15112018_palu1.jpg
dok laziz wahdah
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.
Serahkan 60 Unit Meja Belajar, Kadis Pendidikan Kota Palu Apresiasi Kinerja Relawan - 15112018_lasiz.jpg
dok laziz wahdah
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.
Serahkan 60 Unit Meja Belajar, Kadis Pendidikan Kota Palu Apresiasi Kinerja Relawan - 15112018_laziz.jpg
dok laziz wahdah
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.
Serahkan 60 Unit Meja Belajar, Kadis Pendidikan Kota Palu Apresiasi Kinerja Relawan - 15112018_wahdah.jpg
dok laziz wahdah
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.

Citizen reporter

Zulkifli Tri Darmawan
Anggota Forum Penggiat Media Islam Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu Ansyar Sutiadi mengapresiasi kinerja relawan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah.

Hal setelah tim relawan LAZIS Wahdah banyak membantu proses pendidikan di kota Palu dengan turut ambil bagian menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.

Bantuan berupa meja belajar lipat itu berjumlah 60 unit diserahkan langsung di sekolah darurat tersebut. Sekolah darurat ini berbahan lokal, bangunan semi permanen yang terbuat dari bambu.

Baca: 25 Mahasiswa KKN FKIP dan Psikologi Unibos Dilepas ke Palu

Baca: ARSSI Serahkan Bantuan Rp 400 Juta untuk Renovasi RS Swasta di Palu

Ansyar Sutiadi mengapresiasi bantuan itu dengan menyebut bahwa dengan batuan tersebut, semangat anak-anak dalam belajar semakin meningkat.

“Seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan kesempatan pelayanan pendidikan yang layak, termasuk merea yang terdampak bencana. Dengan bantuan ini, semoga akan meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar,” ujar Ansyar sebagaimana penuturannya saat diwawancarai relawan di lokasi.

Sekolah Darurat SD Inpres 2 Lere dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan baru dimanfaatkan 14 hari.

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu.
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Wahdah menyerahkan sejumlah perlengkapan belajar untuk ratusan siswa di SD Inpres 2 Lere Jalan Asam 3, Palu, Senin (12/11/2018) lalu. (dok laziz wahdah)

Hafid, salah satu murid SD Negeri 2 Lere yang berumur 12 tahun dan duduk di bangku kelas 6 mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini.

Hafid yang bercita-cita menjadi dokter ini, bertutur bahwa selama 14 hari, dirinya kesulitan karena harus menulis tanpa meja.

Baca: VIDEO: Begini Update Terbaru Harga Kebutuhan Dapur di Pasar Terong Makassar

Baca: BREAKING NEWS: Tim Kedokteran Polda Sulsel Tiba di Lokasi Penemuan Diduga Kerangka Manusia

Kini dia bisa kembali menulis di atas meja untuk kelanjutan pendidikannya. “Terima kasih kepada relawan yang telah membantu saya,” tuturnya.

Berdasarkan data Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana per 16 Oktober 2018, ada 1.185 sekolah, 177.166 peserta didik serta 12.410 guru di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang terdampak langsung bencana.

Dari jumlah itu, sebagian besar sekolah tutup karena bangunannya ambruk. Sehingga dengan adanya Sekolah Darurat ini untuk sementara waktu bisa dimanfaatkan sembari menunggu perbaikan dan bantuan pemerintah selanjutnya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: CitizenReporter
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved