Anak di bawah Umur dan Usia Remaja Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Makassar

Menurut Samuel, anak di bawah umur yang kedapatan berkendara motor ataupun mobil sudah dipastikan melanggar lantaran tidak mengantongi SIM

Anak di bawah Umur dan Usia Remaja Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Makassar
tribun timur/muslimin emba
Barang bukti kendaraan yang terjaring Operasi Zebra terparkir di halaman kantor Satlantas Polrestabes Makassar, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalangan remaja (+17 tahun) dan anak di bawah umur (-16 tahun) mendomonasi angka pelanggaran lalulintas saat Operasi Zebra berlansung di Kota Makassar, 30 Oktober-12 November 2018.

Hal itu diungkapkan Kepala Urusan Pembinaan (Kaurbin) Ops Satlantas Polrestabes Makassar, AKP Semuel To'longan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018) siang.

"Total penindakan tilang yang kita lakukan itu, ada 2.288 penindakan. Sebanyak 225 pendendara motor dari kalangan anak di bawah umur dan 395 dari kalangan remaja atau usia produktif 16-20 tahun yang berkendara menggunakan motor dan mobil," ujar Samuel To'longan.

Baca: Operasi Zebra 2018, Ada 636 Pelanggaran di Soppeng, 66 ASN Terjaring

Baca: Operasi Zebra 2018 Polres Sinjai, 5 Pengendara di Bawah Umur Ditilang

Menurut Samuel, anak di bawah umur yang kedapatan berkendara motor ataupun mobil sudah dipastikan melanggar lantaran tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Yang bisa urus SIM itu kan minimal umur 17 tahun, jadi kalau umurnya sudah 17 tahun lebih sehar itu sudah bisa urus SIM sesuai prosedur," ujarnya.

Menurutnya, pengendara di bawah umur kerap didapati lalu lalang di Jl Andi Djemma dan Jl Ir Sutami Makassar.

polisi di Pangkep ini merazia istrinya sendiri saat operasi zebra beberapa hari lalu.
polisi di Pangkep ini merazia istrinya sendiri saat operasi zebra beberapa hari lalu. (Handover)

Khsusus untuk pelanggar kalangan usia remaja atau produktif, menurut Samuel ada beberapa jenis pelanggaran.

Misalnya, kerap melanggar aturan lalu lintas lantaran tidak mengenakan helm, tidak membawa kelengkapan surat berkendara dan kerap ditemukan tidak mengenakan safety belt (sabuk pengaman) saat mengemudi mobil.

"Penindakan yang kami lakukan itu mengacu pada tujuh poin penyebab rawan kecelakaan. Seperti, harus menggunakan helm standar SNI, melawan arus, menggunakan hendphone saat berkendara,” jelas Samuel.

Baca: Operasi Zebra 2018 - Pelanggar Lalu Lintas di Luwu Utara Meningkat Drastis

Baca: VIDEO: Polres Barru Ungkap Hasil Operasi Zebra 2018

“Juga berkendara saat dalam pengaruh obat-obatan atau miras, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur dan wajib menggunakan safety belt," lanjutnya.

Dari penindakan yang dilakukan, Satlantas Polrestabes Makassar menyita 315 unit kendaraan dan 1.973 lembar kelengakapan surat berkendara (SIM/STNK).

Pelaksanaan Operasi Zebra Polrestabes Makassar melibatkan sedikitnya 154 personel gabungan. 130 dari Satlantas Polredtabes Makassar, empat personel dari Denpom Makassar, 10 petugas Dispenda Provinsi Sulsel dan 10 petugas dari Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved