Umat Buddha Makassar Padati Sanghadana Kathina di Klenteng Kwan Kong

Safari Kathina yang berlangsung di aula ini dihadiri lima bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia (STI

Umat Buddha Makassar Padati Sanghadana Kathina di Klenteng Kwan Kong
Miguel Dharmadjie
Umat Buddha menyimak khotbah Dhamma yang dibawakan Bhikkhu Suvijano Mahathera, MH., CPS┬« dalam Sanghadana Kathina 2562 TB. / 2018 M. di Klenteng Kwan Kong (Rumah Ibadah Satya Dharma), Makassar pada Minggu (11/11) pagi. 

Citizen Reporter, Miguel Dharmadjie, S.T., CPS®, Penyuluh Agama Buddha Non PNS

Melalui Sanghadana Kathina, umat Buddha hendaknya dapat mengikis kemelekatan melalui berbuat kebajikan dengan prinsip “berpesta kerumah”, yaitu : kerelaan dalam berbuat kebajikan dimana timbul kesadaran dalam diri bahwa kebajikan akan berakibat kebaikan, ucapan positif dan bermanfaat yang perlu membarengi kerelaan yang telah dilakukan, senang melakukan kebajikan karena perbuatan baik bisa berbuah di mana saja, serta akan selalu menjaga hati dan introspeksi diri usai melakukan kebajikan.

Dengan memahami dan mengerti prinsip “berpesta kerumah”, maka sebelum, pada saat dan setelah berbuat kebajikan kita akan senang hati dan penuh bahagia, karena kebajikan yang kita lakukan tersebut kelak akan memberikan buah yang maksimal.

“Untuk itu umat Buddha hendaknya dapat meneladani Anathapindika dan Visakha yang terkenal dalam hal kedermawanannya pada masa kehidupan Buddha Gotama dan menjadikan mereka sebagai inspirasi dalam hal berbuat kebajikan,“ demikian pesan Bhikkhu Suvijano Mahathera, MH., CPS® dalam khotbah Dhamma kepada seratus lima puluh umat Buddha yang memadati Sanghadana Kathina 2562 TB. / 2018 M di Klenteng Kwan Kong (Rumah Ibadah Satya Dharma), Makassar pada Minggu (11/11/2018) pagi.

Safari Kathina yang berlangsung di aula ini dihadiri lima bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia (STI), yaitu : Bhikkhu Subhapanno Mahathera, MM. (Ketua Umum/Sanghanayaka), Bhikkhu Suvijano Mahathera, MH., CPS® (Anggota Dewan Kehormatan), Bhikkhu Adhikusalo Mahathera (Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan/Padesanayaka Sulsel), Bhikkhu Thitaviriyo, dan Bhikkhu Silayatano (Wakil Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan/Upa-Padesanayaka Sulsel).

Sanghadana Kathina di Klenteng Kwan Kong merupakan salah satu rute Safari Kathina bhikkhu STI di Sulsel, yaitu : Vihara Sasanadipa (10/11) malam, Klenteng Kwan Kong (11/11) pagi, Klenteng Xian Ma (11/11) siang, Vihara Jinaraja Sasana (11/11) sore, Vihara Dharma Palakka Bone (13/11) malam, dan Vihara Buddha Dharma Parepare (15/11) malam,.        

Nampak hadir di antara umat beragam usia dalam Sanghadana Kathina adalah : Pembimas Buddha Kementerian Agama Prov. Sulsel Drs. Ketut Sukanata, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua Yayasan Walubi Sulsel Hasdy, S.Si., M.Si., Ketua PD Magabudhi Sulsel PMy. Hemajayo Thio, Ketua PC Magabudhi Makassar PMd. Ir. Bumi Horas, Ketua KBBV Makassar Budi Suhuyanli, ST., serta pengurus dan umat berbagai organisasi buddhis dan vihara di Makassar.

Kathina; salah satu dari empat hari besar agama Buddha; sering dikenal sebagai bulan berdana berupa empat kebutuhan pokok para bhikkhu (jubah, makanan, obat-obatan dan tempat tinggal).

Kathina merupakan kesempatan bagi umat Buddha untuk menabur benih di lahan yang subur pada saat yang tepat dengan mempersembahkan dana Kathina kepada para bhikkhu yang telah menyelesaikan masa vassa (berdiam diri di suatu tempat selama 3 bulan pada musim hujan untuk melatih diri) sebagai ungkapan rasa terima kasih atas bimbingan Dhamma para bhikkhu kepada para umat. Masa Kathina 2562 TB. / 2018 M. berlangsung sejak tanggal 25 Oktober s/d 22 Nopember 2018.

Pada puncak upacara Sanghadana Kathina umat dengan penuh rasa bakti secara bergiliran mempersembahkan empat kebutuhan pokok para bhikkhu kepada Bhikkhu Sangha yang hadir.

Usai Sanghadana Kathina diadakan syukuran HUT ke-42 Sangha Theravada Indonesia (23 Okt '18) dan HUT ke-22 Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV) Makassar (06 Okt '18) di ruang makan. Diawali umat berdana makan siang kepada Bhikkhu Sangha dan diakhiri dengan pemberkahan oleh Bhikkhu Sangha.

Dalam syukuran secara sederhana ini Padesanayaka Sulsel Bhikkhu Adhikusalo Mahathera memotong tumpeng dan Upa-Padesanayaka Sulsel Bhikkhu Silayatano memotong kue ulang tahun yang selanjutnya menyerahkan potongan tumpeng dan kue secara simbolis kepada Sanghanayaka Bhikkhu Subhapanno Mahathera, MM. sebagai wujud bakti atas pengabdian STI selama ini. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved