Kopel Minta Bupati Sinjai Percepat Pembahasan APBD Pokok 2019

"Dan ada kebiasaan buruk eksekutif maupun anggota DPRD, pembahasan APBD itu dilakukan secara tertutup dan tanpa pelibatan masyarakat,"

Kopel Minta Bupati Sinjai Percepat Pembahasan APBD Pokok 2019
FB Ocha Karaeng Sindring
Ambo Tang (kiri). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

SINJAI, TRIBUN - Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Sinjai mendesak Pemerintah Daerah agar mempercepat pembahasan APBD pokok 2019 sesuai dengan tahapan dan jadwal proses penyusunan penganggaran daerah yang tercantum dalam Permendagri 38 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019.

Koordinator KOPEL Sinjai, Ahmad Tang mengingatkan Bupati A Seto Gadhista Asapa dan Wakil Bupati Sinjai A Kartini Ottong yang baru terpilih agar melakukan perubahan di internal birokrasi terhadap kebiasaan para eksekutif untuk menyodorkan draf Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diakhir tahun.

Kebiasaan tersebut menurut Ahmad Tang kurang baik karena jika dibahas diakhir tahun APBD dinilai kurang berkualitas.

Baca: Bukan Soal Bendera, Habib Rizieq Shihab Ungkap Alasan Pihak Arab Saudi Marah Besar, Bahas Kamera

Baca: Tak Gunakan Helm, 25 Pengendara Terjaring Razia Operasi Zebra Satlantas Polres Polman

Baca: Pemkab Toraja Utara Gelar Upacara Hari Pahlawan ke 73

"Catatan kami setiap tahun Pemda Sinjai selalu terlambat menyerahkan KUA PPAS ke DPRD sehingga mempengaruhi keterlambatan pembahasan APBD. Dan biasanya dewan tidak maksimal lagi meneliti usulan APBD itu sehingga asal mengesahkan karena memburu waktu," kata Ambo Tang, Minggu (11/11/2018)

Dia menjelaskan, beberapa tahun lalu eksekutif maupun legialatif tidak taat aturan dalam pembahasan APBD, sebab setiap tahun pembahasan selalu dilakukan dengan mendadak.

"Dan ada kebiasaan buruk eksekutif maupun anggota DPRD, pembahasan APBD itu dilakukan secara tertutup dan tanpa pelibatan masyarakat," ungkap Ambo Tang.

Alumni Pemerintahan STISIP Sinjai ini merincikan bahwa berdasarkan Permendagri 38 tahun 2018, tahapan dan jadwal dan proses penyusunan APBD Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS oleh Kepala Daerah kepada DPRD dilakukan paling lambat minggu kedua bulan Juli.

Baca: VIRAL Bandingkan Penonton Film Hanum Rais dan Ahok, Doni Malah Dikritik Habis-habisan, Salah Kaprah?

Baca: 11 Rumah Warga Garogo Majene Hangus Dilalap Api

Baca: Peringati Hari Pahlawan, Rutan Kelas II B Enrekang Gelar Gathering Of Heroes

Kopel Sinjai berharap agar Pemerintahan di Kabupaten Sinjai di bawah kepemimpinan Andi Seto – Andi Kartini melakukan perubahan terhadap kebiasaan para anggota dewan dan eksekutif Pemkab Sinjai. Hal itu juga sesuai misinya yakni menciptakan pemerintahan yang akuntabel, partisipatif dan transparan.

Tahun 2017 dan tahun 2018 beberapa program pembangunan kabupaten yang disetujui oleh anggota DPRD Sinjai dan kurang pemanfaatannya di masyarakat seperti vidiotron yang belum berfungsi saat ini dan patung kuda Mangngottong. Yang menurut Ambo Tang masih banyak jalanan rusak di Sinjai yang butuh pembangunan ketimbang membangun patung kuda dan vidiotron yang kurang manfaat langsungnya ke warga. (*)


Halaman
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved