TNI AU Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Makoopsau II

Prajurit TNI AU melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan 2018, di lapangan Apel I Markas Koopsau II Makassar

TNI AU Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Makoopsau II
ist
Logo Tribun Timur Makassar

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prajurit TNI AU melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan 2018, di lapangan Apel I Markas Koopsau II Makassar, Sabtu (10/11/2018).

Upacara diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Koopsau II Makassar, dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Aspers Kas Koopsau II Kolonel Pnb Wahyu Anggono.

Baca: Hari Pahlawan 2018 - Ketua Umum DPD BKPRMI Selayar: Ini Tantangan Terbesar Pahlawan Jaman Now

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Toko Alat Mancing di Makassar, yang Jual Umpan Juga

Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kolonel Pnb Wahyu Anggono, peringatan hari pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan instrospeksi diri.

"Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur," kata dia.

Karena siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Lanjut dia, pada hakikatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang.

Lebih lanjut Menteri Sosial mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya.

Baca: VIDEO : The Maczman Barru Minta PSM Waspadai Persebaya, Ini Prediksinya

Baca: Persija Seri Lawan PS Tira, Kemarin Persib Kalah Peluang Besar PSM Juara Liga 1 Jika KO Persebaya

Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru, membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

"Dibutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang sadar bahwa negerinya memiliki beragam agama, suku, adat istiadat dan mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dalam pergaulan dunia. bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa," tutup Mensos. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved