Seminar Parenting di Sekolah Kristen IPEKA Makassar, Ini Pesan Charlotte Priatna Cara Didik Anak?

Menurut Charlotte Priatna menerima anak apa adanya, bukanlah soal pintar, wajah cantik dan lain-lainnya, melainkan ibu atau ayah cinta kondisi apapun

Seminar Parenting di Sekolah Kristen IPEKA Makassar, Ini Pesan Charlotte Priatna Cara Didik Anak?
dok sekolah kristen IPEKA Makassar
Sekolah Kristen Yayasan Iman, Pengharapan dan Kasih (IPEKA) Makassar menggelar seminar parenting di Gereja Kristus Yesus (GKY) Jalan Andalas Makassar, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Abdiwan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekolah Kristen Yayasan Iman, Pengharapan dan Kasih (IPEKA) Makassar menggelar seminar parenting di Gereja Kristus Yesus (GKY) Jalan Andalas Makassar, Sabtu (10/11/2018).

Seminar Parenting kali ini mengangkat tema Win Their Heart dengan menghadirkan praktisi pendidikan Charlotte Priatna dari Jakarta.

Seminar yang diikuti ratusan pasangan orang tua siswa ini bertujuan mengingatkan dan melengkapi orang tua bagaimana para orang tua mendidik.

Baca: Sambut HUT kota Makassar, Siswa Sekolah Kristen IPEKA Bersih-bersih Losari

Baca: Siswa SMA IPEKA Raih Emas untuk Indonesia di Ajang IBO 2016

“Juga mendampingi dan mengarahkan anak-anak pemberian Tuhan dengan prinsip-prinsip Alkitab Firman Tuhan,” ujar Priatna.

“Sehingga anak anak dapat bertumbuh dengan baik dalam iman, karakter maupun tingkah laku yang benar,” lanjutnya.

Sekolah Kristen IPEKA punya cara unik untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kota Makassar ke 411. Tahun ini para siswa dan guru menyambut dengan kegiatan bhakti sosial berupa bersih-bersih pantai di anjungan pantai Losari jalan Penghibur Makassar, Rabu (7/11/2018).
Sekolah Kristen IPEKA punya cara unik untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kota Makassar ke 411. Tahun ini para siswa dan guru menyambut dengan kegiatan bhakti sosial berupa bersih-bersih pantai di anjungan pantai Losari jalan Penghibur Makassar, Rabu (7/11/2018). (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

Menurut Charlotte Priatna menerima anak apa adanya, bukanlah soal pintar, wajah cantik dan lain-lainnya, melainkan karena memang seorang ibu atau ayah mencintai anaknya apapun kondisi atau adanya, bahwa anak tersebut sangat berharga bagi mereka.

“Ouh, saya sangat setuju ini. Ketika orang tua menaruh penerimaan anak pada nilai ulangan, wajah cantik, dan lain sebagainya atau dengan kata lain tidak dapat menerima anak apa adanya, akan menciptakan anak dengan gambaran diri yang buruk,” jelasnya.

Baca: Siswa SMA IPEKA Valdi Ven Japranata Raih Perak di IBO 2015 Denmark

Baca: IPEKA Kenalkan Program School Social Responsibility

Seorang anak dengan gambaran diri yang rendah, kelak memiliki rasa harga diri yang rendah pula. Dia merasa jelek, tidak ada guna, tidak layak, gagal dan segala perasaan negatif. Apakah efeknya semua perasaan negatif ini terhadap pola perilaku anak?

“Yap, anak akan berperilaku negatif terhadap orang lain seperti memberontak dan sangat mudah mengkritik,” ujarnya lebih jauh. Kelak, menurut Charlotte Priatna akan ada masalah pada pola perilaku anak. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved