Lewat Gerakan Empati 2000, Puskesmas Kota Enrekang Bantu Balita Gizi Buruk

Abdurrahman Hafis adalah putra dari Yusriani (19), warga asli Enrekang namun memiliki KTP Pangkep yang tergolong warga kurang mampu.

Lewat Gerakan Empati 2000, Puskesmas Kota Enrekang Bantu Balita Gizi Buruk
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Tim Puskesmas Kota Enrekang menjenguk seorang balita Abdurrahman Hafis (2) yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Tim Puskesmas Kota Enrekang menjenguk seorang balita Abdurrahman Hafis (2) yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu.

Abdurrahman adalah balita yang menderita gizi buruk dan masih dirawat di RSUD Massenrempulu ruang perawatan anak 203.

Abdurrahman Hafis adalah putra dari Yusriani (19), warga asli Enrekang namun memiliki KTP Pangkep yang tergolong warga kurang mampu.

Awalnya Yusriani akan bekerja dirumah makan milik seorang dokter di Enrekang, tapi baru satu hari masuk kerja anaknya jatuh sakit dan harus dirawat inap dirumah sakit.

Menurut Kepala Puskesmas Kota Enrekang Drg Sri Siswaty Zainal, Abdurrahman Hafis sempat dirawat diruang ICU selama empat hari.

Ia menjelaskan, Abdurrahman Hafis saat masuk rumah sakit dengan berat badannya hanya 5,5 kg.

Padahal, seharusnya anak seusianya memiliki berat badan normal anak seusianya adalah 5 sampai 6 kg.

"Bayi ini menderita gizi buruk disertai penyakit penyerta yaitu peradangan pada paru-paru dan menurut ibunya ada penyakit bawaan yaitu penyakit jantung," kata Kapus Kota Drg Sri Siswaty Zainal, kepada TribunEnrekang.com, Kamis (8/11/2018).

Melihat kondisi balita tersebut, drg Sri melalui Empati 2000 akan membackup seluruh kebutuhan Abdurrahman diluar tanggungan rumah sakit.

"Jadi Inshaallah melalui Empati 2000 yang ada di Puskesmas Kota kami akan membantu kebutuhan anak ini mulai dari susu, makanan dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bakal setiap hari menyempatkan diri menyambangi Abdurrahman dan ibunya.

Bahkan dirinya berjanji akan terus membantu anak tersebut hingga benar-benar sehat.

"Sebagai seorang dokter dan seorang ibu, jiwa saya terpanggil untuk membantu anak ini. Dengan semampu saya dan Insha Allah semua akan ada jalannya dan akan dimudahkan," ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved