Kreatifood 2018 Kembali Digelar di Makassar

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Kreatifood. Setelah digelar pertama kali pada tahun 2016 di Jakarta

Kreatifood 2018 Kembali Digelar di Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Kreatifood.

Setelah digelar pertama kali pada tahun 2016 di Jakarta, Kreatifood mulai mengembangkan jangkauannya pada tahun 2017 di Palembang dan Makassar dengan fokus pada pengembangan promosi soto dan kopi Indonesia.

Kreatifood 2018 dihelat dengan arah baru yang bertujuan untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan.

Bekraf juga berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner dengan memberikan tambahan pengetahuan seputar ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri, dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi.

Selain itu, Bekraf juga berupaya untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif tersebut dengan pelaku rantai produksi lainnya (distributor atau reseller lokal).

Kreatifood di Makassar akan diadakan di Mall Ratu Indah Makassar mulai, Jumat hingga Minggu (9-11/11/2018) dengan diikuti lebih dari 16 brand peserta terpilih dari peserta FoodStartup Indonesia yang merupakan binaan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam setiap acara Kreatifood, Bekraf mengundang pelaku ekonomi kreatif (ekraf) kuliner untuk mengikuti kelas mini di setiap kota, seperti ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri, dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi.

Peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Startup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui deputi Akses Permodalan.

Sebanyak 95 peserta yang telah melalui tahapan kurasi untuk mengikuti kompetisi Food Startup Indonesia, akan unjuk kemampuan bidang pemasaran selama tiga hari.

Kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4%.

Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92% menjadi $ 1.206,5 juta yang sebelumnya $ 1.179,0 Juta. Kegiatan Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut.

Kontribusi Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah, dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekonomi kreatif menjadi lebih cepat serta dapat menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved