CITIZEN REPORTER

Bosowa Peduli Buat 4 Sekolah Darurat di Palu dan Sigi

Di empat sekolah darurat ini menampung 750 siswa dengan jumlah 55 guru.

Bosowa Peduli Buat 4 Sekolah Darurat di Palu dan Sigi
Dokumen Bosowa Peduli
Bosowa Peduli buat sekolah darurat di Sulawesi Tengah beberapa hari lalu/ 

Dian Putri
Tim Logistik dan Media Bosowa Peduli
Melaporkan dari Kota Palu

Bosowa Peduli mendirikan sekolah darurat di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu dan Sigi, Rabu (7/11/2018).

Empat sekolah darurat ini dibangun di daerah Talise, Marawola, Biromaru dan Sibedi.

Sekolah darurat yang ditargetkan merupakan sekolah yang mengalami kerusakan sehingga tidak layak pakai kembali untuk melanjutkan proses pendidikan.

Di empat sekolah darurat ini menampung 750 siswa dengan jumlah 55 guru. 

Tim Bosowa Peduli di Palu
Tim Bosowa Peduli di Palu (handover)

Sebelumnya, Manager Bosowa Peduli Marini MIKom bersama tim telah melakukan survey lokasi pendirian sekolah darurat dengan kapasitas bantuan tidak hanya tenda komando, tetapi juga bantuan alat tulis dan bantuan semen untuk perbaikan sarana sekolah.

Juga membantu pembuatan WC di sekitar lokasi sekolah darurat. 

Baca: Mahasiswa Universitas Sawerigading Dilatih Menulis Berita

Bantuan sekolah darurat ini juga didukung dengan tim psikososial dari Universitas Bosowa yang sebelumnya dan selanjutnya melakukan pendampingan bagi anak didik di Palu dan Sigi.

Pada 16 sampai 18 November 2018, Bosowa Peduli juga akan mengghadirkan Pendongeng dari Jakarta bersama Bunaya TV untuk memberikan kegiatan-kegiatan pendukung psikososial bagi anak-anak. 

Bosowa Peduli
Bosowa Peduli ()

Marini menuturkan jika Bosowa Peduli kedepan semoga masih terus dapat membantu memenuhi kebutuhan dan memberi kontribusi bagi warga Sulteng yang membutuhkan. 

“Setelah memberikan bantuan logistik, medis, psikososial, kali ini kami memang fokus untuk pembangunan sekolah darurat karena kami melihat bahwa pendidikan harus tetap dijalankan sebelum sekolah yang mereka gunakan sebelumnya diperbaiki, melihat sektor pendidikan bagi anak sangat dibutuhkan,” kata Marini.

Baca: BREAKING NEWS: Selama Lima Hari, Mamasa Diguncang Gempa Sebanyak 118 Kali

Hal tersebut juga diungkapkan Kepala PAUD Biromaru, Nana.

“Selama ini kegiatan belajar mengajar memang sangat terhambat karena sarana kami yang tidak memungkinkan. Sehari setelah tenda Bosowa Peduli diberikan, kami langsung melanjutkan prosesi belajar”, katanya. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved