Jadi Pembicara di Jakarta, Bupati Indah Ungkap Pekerjaan Orangtuanya

Mengutip sepenggal kalimat bugis dalam kitab I La Galigo "Narekko malu'puko, mattamako ri tengngana Baebunta", Indah memulai pemaparannya.

Jadi Pembicara di Jakarta, Bupati Indah Ungkap Pekerjaan Orangtuanya
HANDOVER
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kembali menjadi narasumber pada acara tingkat Nasional. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani kembali menjadi narasumber pada acara tingkat Nasional.

Indah bicara tentang "Peluang dan Tantangan Membangun Kedaulatan Pangan di Luwu Utara" pada Seminar Nasional Kedaulatan Petani atas Pangan "Beyond Food Security" di Swiss Bell Hotel, Jl Raya Kalibata No 22 Rajawati, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Mengutip sepenggal kalimat bugis dalam kitab I La Galigo "Narekko malu'puko, mattamako ri tengngana Baebunta", Indah memulai pemaparannya.

"Ini adalah Bahasa Bugis yang artinya "kalau kamu lapar maka masuklah ke dalam wilayah Baebunta". Secara geografis wilayah Baebunta ini mulai dari Kabupaten Luwu Utara sampai dengan Kabupaten Poso. Di dalam daerah ini tidak boleh ada orang yang lapar karena tanahnya yang sangat subur," kata Indah via rilis yang diterima TribunLutra.com dari Bagian Humas Pemkab Luwu Utara.

Bicara kebijakan pemerintah, lanjut Indah ujung-ujungnya bicara produksi tanaman pangan, holtikultura, dan perkebunan.

Baca: UPDATE Lion Air JT 610 Jatuh, KNKT Ungkap Penyebab Pesawat Hancur hingga Tak Ada yang Selamat

Baca: Rich Banana’s Hadir di Hertasning, Pisang Kekinian yang Dibalut Toping Oreo

Baca: Preview Persebaya Vs PSM, Tanpa 4 Pilar Andalan, Termasuk Klok, Ini Pemain yang Bisa Menggantikannya

"Kita tidak akan bicara tentang itu, juga tidak berbicara berapa persen kontribusi kita pada Provinsi dan Nasional atau bicara tentang betapa Luwu Utara menjadi penghasil kakao terbesar. Kita akan bicara melampaui kedaulatan pangan itu sendiri, kita akan bicara yang kadang sering kita abaikan sebab jarang sekali kita berbicara seberapa besar petani kita berdaulat atas apa yang mereka lakukan dan ia kemudian menikmati atas apa yang dihasilkan," terangnya.

Di Luwu Utara sendiri, Pemerintah Kabupaten secara khusus memberikan apresiasi untuk petani dengan penghargaan Adhikarya Pangan tepat pada Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat kabupaten.

Baca: Bos PSM Target 67 Poin di Akhir Liga

Baca: Harga Lods Pasar Sentral Naik, Erwin Kallo Tuding Ada Oknum Pemkot Makassar dan DPRD Terima Suap

Baca: Indonesia Surplus Jagung 330 Ribu Ton dan Menyetop Impor 3,6 Juta Ton

"Hal ini kita lakukan untuk membuat petani merasa bangga dengan profesinya dan tahu bahwa betapa mereka memberi arti dan tanpa mereka, yang lain bukan siapa-siapa. Di daerah kami hampir 80 persen petani ada juga PNS yang merangkap menjadi petani. Di mana-mana saya tidak malu menyampaikan bahwa saya jadi bupati karena kakao, karena orangtua saya juga petani kakao. Saya merasa, saya harus bangga terhadap apa yang saya miliki yang kemudian berdampak positif," ungkap Indah.

Selain memberikan penghargaan pada petani, beberapa program dan inovasi juga dilakukan Pemkab Luwu Utara seperti perlindungan varietas lokal melalui sertifikasi 8 varietas padi lokal Luwu Utara.

Fasilitasi program penangkaran benih, pelaksanaan HPS sekaligus pameran produk pangan lokal dan diskusi publik, program pasar tani setiap pekan (Jumat) di kompleks kantor dinas, inovasi produk pangan lokal, fasilitasi pemanfaatan pekarangan rumah, sentra pengembangan Agribisnis terpadu, dan dan kampanye konsumsi pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved