Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo Dijebloskan ke Lapas Makassar

Penahanan tersangka setelah Kepolisian Resor Kota Palopo melakukan proses tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo Dijebloskan ke Lapas Makassar
TRIBUNPALOPO.COM/HAMDAN
Warga Kota Palopo memadati Masjid Agung Kota Palopo, di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sabtu (27/8/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Yayasan Palopo'>Masjid Agung Palopo, KH Syarifuddin Daud yang merupakan ayah dari mantan Wakil Wali Kota Palopo, Ahmad Syarifuddin atau Ome dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar.

Syarifuddin ditahan atas kasus dugaan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah Palopo'>Masjid Agung Palopo sebesar Rp 5 miliar tahun 2008-2015.

"Benar ada tersangka atas nama Syarifuddin Daud dibawa ke lapas," kata Humas Lapas Kelas 1 Makassar, Mutzaini kepada Tribun, Senin (05/11/2018) malam.

Penahanan tersangka setelah Kepolisian Resor Kota Palopo melakukan proses tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

Dana hibah senilai Rp 5 miliar tersebut diduga disalahgunakan oleh tersangka. Dimana pihak Yayasan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu.

Syarifuddin Daud disebut terlibat karena diduga telah memindahkan kepemilikan Masjid Agung Polopo yang sebelumnya menjadi aset pemkot menjadi aset milik yayasan.

Syarifuddin Daud merupakan tersangka ketiga yang ditetapkan oleh Kepolisian.

Sebelumnya menetapkan dua nama Agus dan Masyudi. Dalam kasus tersebut, Agus berperan sebagai pelaksana kerja, sedangkan Masyudi sebagai pengawas.

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Maret lalu.

Sekadar diketahui, Kasus dugaan korupsi dana hibah ini mulai mengemuka pada tahun 2016 setelah Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) 2016 melansir LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan).

LHP BPKP menyebutkan jika pengelolaan dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari Pemkot Palopo kepada Yayasan Palopo'>Masjid Agung Palopo tidak bisa dipertanggungjawabkan sejak 2008 hingga 2015.

Kala itu, Palopo dipimpin Wali Kota Andi Tenriadjeng.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved