Optimalkan PAD Parkir Parepare, Taufan Pawe Akan Bentuk Tim Evaluasi
Tim ini nanti bukan hanya sekadar untuk penekanan dari aspek PAD melainkan juga terkait penataan perparkiran.
Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Wali Kota Parepare, Taufan menilai potensi dari sektor perparkiran yang ada saat memungkinkan untuk bertambah.
Sehingga, menurutnya, PAD yang ada sekarang dari parkiran masih sangat memungkinkan untuk bertambah.
"Saya ini kalo tidak salah cuma Rp 400 jutaan pertahun dari parkir, padahal bisa lebih besar dari itu, "jelasnya, Jumat (2/11/2018).
Ia pun berencana akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi terkait PAD parkir yang ada di Kota Parepare ini.
Baca: TRIBUNWIKI: Masih Ingat Becak? Begini Riwayat dan Asal Usulnya!
Baca: Soal TKP Dinilai Paling Susah, Ini Tips Lolos Tes SKD: Jawab Soal Ini Dulu dan Hindari 3 Hal ini
Baca: Tak Ada Pemain PSM Makassar di Timnas Piala AFF 2018, PSM Diuntungkan?
"Dalam waktu dekat saya akan bentuk tim kecil untuk evaluasi,"tuturnya.
Taufan mengatakan, tim ini nanti bukan hanya sekadar untuk penekanan dari aspek PAD melainkan juga terkait penataan perparkiran.
200 Tukang Parkir
Saat ini sendiri, tukang parkir yang ada di Kota Parepare berjumlah sekitar 200 orang dengan beban setoran retribusi setiap harinya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
Sejumlah titik paling besar di Parepare yakni parkiran RSUD Andi Makkasau, Pasar Lakessi dan Pasar Senggol.
Jika dikalkulasi, dengan setoran Rp 20 ribu perhari dari 200 tukang parkir maka dalam sehari Rp 4 juta, sebulan Rp 120 juta dan dalam setahun mencapai Rp 1,44 miliar.
Berbeda dengan daerah lain seperti Makassar yang memiliki BUMD khusus mengelola parkir, di Parepare, parkiran berada di bawah naungan Dinas Perhubungan.(*)