Opini

OPINI - Membaca, Titah Langit yang Terlupa

Ditulis Syamsul Arif Galib, Pengajar Studi Agama di Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar daCo-Founder Bersama Institute

OPINI - Membaca, Titah Langit yang Terlupa
HANDOVER
Dosen UIT Syamsul Arif Galib mewakili Indonesia dalam program pertukaran tokoh muda Islam Australia Indonesia atau Australia- Indonesia Muslim Exchange. 

Oleh: Syamsul Arif Galib
Pengajar Studi Agama di Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UINAM / Co-Founder Bersama Institute

DALAM keheningan malam, Jibril menemui Muhammad. Sosok Agung yang dipilih Tuhan menjadi penutup para Nabi. Penyempurna titah Tuhan di muka bumi.

Dalam keadaan terkejut Nabi mendapatkan perintah pertama dari Tuhan. Pesan langit yang dibawa Jibril dan meminta sang Nabi mematuhi. Titah itu seperti yang diucapkan Jibril; Bacalah.

Al-‘Alaq, 1-5 adalah wahyu pertama yang diturunkan Tuhan kepada Muhammad Saw. Sebuah surah yang dimulai dengan seruan membaca.

Jika difikir, begitu pentingnya kegiatan membaca bagi ummat Islam hingga kemudian titah pertama itu adalah perintah membaca.

Prof Dr Quraish Shihab dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat pertama Surah Al-‘Alaq bagaikan menyatakan; Bacalah wahyu Ilahi yang sebentar lagi akan banyak engkau terima. Baca juga alam dan masyarakatmu. Bacalah agar engkau membekali dirimu dengan kekuatan pengetahuan.

Bacalah semua itu tetapi dengan syarat hal tersebut engkau lakukan dengan atau demi nama Tuhan yang selalu memelihara dan membimbingmu dan Yang mencipta makhluk kapan dan di manapun (Tafsir Al-Mishbah Vol 15 : 392)

Seribu tahun lebih pasca-pertemuan Baginda Nabi dan Jibril pada malam itu, Islam berhasil menjadi salah satu agama terbesar di dunia. Menyebar pesat hingga tidak lagi mengenal batas-batas teritorial.

Meski diturunkan di Mekkah, Islam berhasil menyebar hingga ribuan kilometer dari Mekah. Dari Afrika ke Eropa. Menyeberang ke Amerika.

Baca: OPINI - BEM Unhas dan Titik Balik Pengkaderan Mahasiswa

Dibawa pedagang ke Asia dan menjadi besar di Asia Tenggara. Islam betul-betul menjadi agama dunia. Indonesia akhirnya muncul menjadi negara dengan jumlah penganut Islam terbesar di dunia.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved